Langsung ke konten utama

DISKUSI TENTANG PERNIKAHAN BARENG MAMA

Selama bulan ramadhan kemarin aku sering banget nonton youtube nya ustad felix yang temanya tentang ngaji jomblo. Membahas tentang bagimana menyiapkan diri sebelum pernikahan. Malam itu aku lagi dengerin tentang ngaji jomblo "bagaimana cara meyakinkan orang tua untuk perempuan". https://www.youtube.com/watch?v=gRgC2oazplk

Ya ustad felix bilang coba deh tanya ke ayah kalian, bagaimana kalau kamu ingin menikah dan berdiskusi tentang bagaimana calon suami yang di idamkan oleh ayah kalian. Singkatnya begitu sih, pokoknya kalau kalian mau tau lebih lanjut silahkan nonton aja yah, dan aku sangat menyarankan kalian untuk nonton karena sangat bermanfaat banget dan bakal bisa membuka pemikiran kalian.

Nah aku sebenarnya mau menanyakan hal tersebut sama ayah tapi malam itu ayah sibuk, karena ada mama jadi aku nanya ke mama. Pas banget juga saat itu lagi nonton film bertema rumah tangga. Aku bilang gini ke mama

“ma, emangnya calon suami yang cocok buat aku menurut mama gimana?”

Mama langsung ketawa, terus bilang gini “pertama yang penyayang, dia harus sayang sama kamu.”

“terus gimana caranya kita tau bahwa dia sayang sama kita atau cuman pura-pura sayang?”

“yah makanya kita harus mengenal dulu, eh tapi dia bisa pura-pura ya. Kalau waktu pacaran bisa jadi dia sayang terus kalau udah nikah apalagi punya anak nanti sayangnya berkurang. Namanya juga perasaan pasti akan berubah-ubah”

“kalau mama masih sayang sama ayah gk?” agak kurang ajar juga sih nih pertanyaan ku hee

“kalau mama sama ayah dulu kan gk pacaran, yah kenal langsung nikah.” Dan mama cerita panjang lebar sebelum dan sesudah menikah dengan ayah. Sebenarnya sih aku yakin banget mama sama ayah masih sangat menyayangi.

“terus apa lagi mah”

“yang kedua orang tua dia harus sayang sama kamu dan orangtua kamu harus kenal sama dia, yah orangtua kalian harus sama-sama mengenal. Mama dan ayah harus bertemu dengan orangtua dia dan memiliki hubungan yang baik. Yang paling penting kamu harus disayangi oleh kedua orang tua nya dan kamu harus diterima dengan baik oleh kedua orang tuanya.”

“tapi mah, katanya kita harus mencari suami/istri yang patuh dan taat sama Tuhan, karena jika sama Tuhan aja dia taat pasti dia akan sayang dan menghargai suami/istri nya.” Sebenarnya saat bilang gini aku memikiran seseorang sih

“kalau sama orang yang paham agama itu memang baik, tapi kalau nanti kamu tidak menjadi istri satu-satunya aja kamu siap (maksdunya dia akan poligami)?” yah maklum mama punya beberapa kenalan orang yang paham agama tapi istrinya gk cuman satu.

“gk tau mah hee”

Sebenarnya apapun yang dikatakan orangtua kita dan apapun yang dilakukan mereka itu semua adalah hal yang terbaik untuk kita, gk ada rasanya orang tua yang ingin melihat anaknya sedih atau menderita.

Tetapi kita sebagai seorang anak apalagi menyangkut tentang pernikahan pasti kita memiliki kriteria masing-masing. Apalagi kalau kalian sudah nonton youtube nya ustad felix dengan catatan nontonnya harus dari pertama sampai akhir yah, gk banyak koq. Maka kalian akan lebih mengerti tentang bagaimana menyiapkan pernikahan.

Malam itu banyak banget pembelajaran yang aku dapat dari nasehat dan cerita-cerita mama. Kalian boleh deh coba juga berdiskusi dengan orang tua kalian tentang hal ini. Selamat mencoba yah teman-teman.

Terimakasih sudah berkunjung

See u

Find me on Instagram : hamidah_ap

Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=j8AN1bjF7RI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAGAIMANA SEHARUSNYA MENCINTAI SESEORANG ?

Part 1 “Bagaimana seharusnya mencintai seseorang ?” Jawaban dari pertanyaan tersebut pasti berbeda dari setiap orang. Ada yang mengatakan kita harus berkorban untuk seseorang yang kita cintai, kita harus membuatnya bahagia, kita harus menjadi diri sendiri, kita boleh menjadi orang lain, kita juga harus mementingkan diri kita, kita boleh tersakiti, tidak apa-apa jika kita yang terluka, mencintai seseorang juga harus rela jika suatu saat dia dengan orang lain.  Dari sekian banyak jawaban dari semua orang lantas bagaimana seharusnya mencintai seseorang menurut saya ? Aku sudah banyak menerima pengalaman mencintai bahkan dicintai selama ini. Rasanya menjawab pertanyaan tersebut hanya dengan 1 pandangan dan 1 pengalam mencintai saja tidak akan cukup, jawaban pertanyaan ini sangat beragam bukan? Bahkan saya juga bingung apa jawaban yang paling tepat untuk pertanyaan tersebut. Tapi jika saya tetap harus menjawab maka bagaimana seharusnya mencintai seseorang dari saya...

REZEKI SETIAP MANUSIA

Aku sangat ingat hari itu, terbangun di pagi hari dan tiba-tiba terlintas dipikiran “di rumah setiap hari, pengeluaran terus berjalan. Tetapi pemasukan sama sekali tidak ada”. Pada pagi itu juga aku memutuskan untuk berjualan, jualan naget-naget yang digoreng dan pop ice di depan rumah. Pagi itu aku sangat bersemangat. Bangun, mandi dan bersiap-siap membeli bahan-bahan untuk berjualan. Hari pertama, kedua dan ketiga Alhamdulillah berjalan dengan lancer dan cukup rami. Pada hari keempat tetangga aku juga jualan yang sama, awalnya aku biasa aja. Tapi secara sadar atau tidak sadar ini adalah keadaan dimana aku “terancam” kenapa demikian ? bukankah dia adalah saingan ? ketika A adalah sesuatu yang di butuhkan oleh 20 orang dan hanya bisa di dapatkan di aku maka 20 orang tersebut sudah pasti akan datang ke aku, iya kan ? tapi ketika A bisa di dapatkan selain di tempat ku maka 20orang tersebut belum pasti akan ke aku semuakan ? “Apasih gtu aja lebay banget, kan rezeki setiap orang beda...

ORANG TUA

Menjadi orang tua adalah tugas yang penting dan sepertinya sangat berat. Aku menggunakann kata “sepertinya” karena aku belum tahu pasti bagaimana rasanya. Seorang ibu, dari mereka hamil sampai dengan melahirkan itu saja sangat berat, ketika mereka hamil kadang nafsu makan mereka akan berubah, kalau kehamilannya sudah memasuki bulan ke 6-9 dan perut mereka membesar maka mereka akan sangat sulit untuk bergerak. Apalagi saat melahirkan, sampai sekarang aku belum pernah menemui seseorang yang bilang bahwa melahirkan itu adalah hal yang mudah. Mereka bertaruh nyawa untuk melahirkan seorang bayi kedunia. Membayangkannya saja aku merinding. Aku selalu menyaksikan ibu ku melahirkan kecuali adik ku yang terakhir, karena dia lahiran dengan cara operasi. Adikku yang pertama lahir saat aku berusia 6 tahun, walaupun tidak terlalu jelas ingatanku saat itu tapi satu hal yang aku ingat, ibuku meneteskan air mata dan berjuang untuk melahirkan adikku. Saat itu aku hanya bisa diam ya karena a...