Part 1
“Bagaimana seharusnya mencintai
seseorang ?”
Jawaban dari pertanyaan tersebut
pasti berbeda dari setiap orang. Ada yang mengatakan kita harus berkorban untuk
seseorang yang kita cintai, kita harus membuatnya bahagia, kita harus menjadi
diri sendiri, kita boleh menjadi orang lain, kita juga harus mementingkan diri
kita, kita boleh tersakiti, tidak apa-apa jika kita yang terluka, mencintai
seseorang juga harus rela jika suatu saat dia dengan orang lain.
Dari sekian
banyak jawaban dari semua orang lantas bagaimana seharusnya mencintai seseorang
menurut saya ?
Aku sudah banyak menerima
pengalaman mencintai bahkan dicintai selama ini.
Rasanya menjawab pertanyaan
tersebut hanya dengan 1 pandangan dan 1 pengalam mencintai saja tidak akan
cukup, jawaban pertanyaan ini sangat beragam bukan? Bahkan saya juga bingung
apa jawaban yang paling tepat untuk pertanyaan tersebut.
Tapi jika saya tetap harus menjawab
maka bagaimana seharusnya mencintai seseorang dari saya adalah mendoakannya,
memperbaiki diri kita dan membuat satu sama lain tidak dirugikan ?
Jawaban klasik bukan ?
Mari kita bahas satu persatu dan
berdasarkan pengalaman yang pernah saya atau teman saya rasakan.
Mendoakannya
? bukan kah ini adalah cara paling mudah dari mencintai seseorang, bahkan
kita tidak perlu tiap hari mengirimkan dia pesan, memberikan hadiah ketika dia
ulang tahun, menjadi orang lain agar dia menyukai kita, bahkan kita tidak perlu
melakukan hal-hal semacam itu iya kan ?
Dulu waktu aku smp (cerita anak smp, maafkan ya),
kepribadian ku akan berubah tergantung dengan siapa aku jatuh cinta. Entah
tiba-tiba jadi cewek yang super kalem dan feminim atau jadi cewek yang
tiba-tiba banyak teman dan suka olahraga
atau jadi cewek yang pintar bahkan rela keperpustakaan tiap hari. Kenapa
demikian ? karena itulah yang saya lakukan dalam mencintai seseorang saya
egois, saya berpikir saya akan melakukan “itu” walaupun menyulitkan.
Bukankah tindakan tersebut sangat
menyulitkan diri kita sendiri ? saya rasa bahkan kelakuan ini kadang-kadang
tetap saja saya lakukan diumur 21 tahun ini entah sengaja atau tidak.
“memperbaiki
diri kita” lah kenapa harus memperbaiki diri kita ? kan kita mencintai seseorang, terus apa
hubungannya dengan memperbiki diri kita ? jadi gini misalkan orang yang kita
sukai adalah seorang yang sempurna banget menurut kita (walaupun sebenarnya gk ada manusia yang sempurna ya) terus kita
sadar nih kita itu gimana contohnya kita adalah orang yang pemalas, gk suka
kebersihan, ngomong suka sembarang dll. Kalau disandingkan sama dia emang cocok
? enggak kan. Walaupun kata kebanyakan orang kita sama pasangan kita punya
kekuranga dan kelebihan masing-masing dan saling melengkapi satu sama lain,
terus gimana kalau dia yang punya banyakkkk kelebihan dan kita punya banyakkk
kekurangan. Yakin tetap bisa bersama ?
kayak nya enggak deh.
Saya punya seorang sahabat, dia itu tipikal
cewek yang kalau sudah suka sama orang bakal rela melakukan apapun dan tipikal
orang yang setiaaa. Dia pernah bilang gini “udahlah bun aku cape, mulai
sekarang aku fokus memperbaiki diri aja. Terserah deh nantinya mau sama dia
atau enggak”
Kalau dipiki-pikir bener kan kata
dia ? saya ngk maksa buat kalian setuju sama jawaban yang ini juga koq, tenang
aja.
Yang terakhir adalah mencintai
seseorang dengan cara kita tidak merugikan diri kita sendiri atau orang lain
yang menerima perasaan dan usaha kita tersebut. Kalau ini sih lebih kompleks
ya.
Jadi gini saya pernah menerima
perlakuan yang menurut saya agak menggangu dari seseorang yang kata nya
menyukai saya. Oke cerita nya gini. Waktu itu di bilang suka bahkan dia
nembak/menyatakan perasaan dia dengan cara memberikan bunga di sekolah, di
hadapan teman-teman semua. Mungkin ada yang berpendapat ini sweet banget. Ada
juga yang berpikiran ini agak menggangu dan mungkin banyak pemikiran yang lain.
Yang pasti ini bukan pengalaman
yang membahagiakan buat saya, kalau mengingat masa itu rasanya malu bukan main,
kita boleh melakukan hal tersebut jika sudah yakin bahwa seseorang yang kita
sukai tersebut juga menyukai kita. Bahkan saat itu saya kabur (lari maksudnya
karena udah malu banget) dia bahkan tidak berhenti setelah itu. Dia bahkan
rutin memberikan saya bunga mawar 1 minggu 1 kali dan karena ini juga saya
akhirnya tidak suka sama bunga mawar (khususnya mawar merah).
Karena makin lama makin ngak tahan
sama sikap nya saya rela menyewa pacar bayaran. Mungkin terlalu sinetron tapi
itulah yang saya lakukan.
Syukurnya lama kelamaan akhirnya
dia berhenti.
Oke sampai sini kalian mungkin ada
yang paham dengan apa yang saya ingin sampaikan mungkin juga ada yang
berpikiran dan berpendapat lain.
Kalau itu tadi adalah cerita
bagimana saya bisa merasakan sangat terganggu dengan perilaku seseorang atas
dasar cinta dan semacamnya, maka sekarang saya akan bercerita tentang bagimana
sikap saya yang akhirnya membuat orang lain meraskan hal yang sama….
See you part 2
Komentar
Posting Komentar