Aku sangat ingat hari itu, terbangun di pagi hari dan tiba-tiba terlintas dipikiran “di rumah setiap hari, pengeluaran terus berjalan. Tetapi pemasukan sama sekali tidak ada”. Pada pagi itu juga aku memutuskan untuk berjualan, jualan naget-naget yang digoreng dan pop ice di depan rumah.
Pagi itu aku sangat bersemangat. Bangun, mandi dan bersiap-siap membeli bahan-bahan untuk berjualan. Hari pertama, kedua dan ketiga Alhamdulillah berjalan dengan lancer dan cukup rami.
Pada hari keempat tetangga aku juga jualan yang sama, awalnya aku biasa aja. Tapi secara sadar atau tidak sadar ini adalah keadaan dimana aku “terancam” kenapa demikian ? bukankah dia adalah saingan ? ketika A adalah sesuatu yang di butuhkan oleh 20 orang dan hanya bisa di dapatkan di aku maka 20 orang tersebut sudah pasti akan datang ke aku, iya kan ? tapi ketika A bisa di dapatkan selain di tempat ku maka 20orang tersebut belum pasti akan ke aku semuakan ?
“Apasih gtu aja lebay banget, kan rezeki setiap orang beda-beda dan sudah ada rezeki masing-masing” pasti ada aja yang mikir kek gini. Iya iya emang bener kok rezeki itu sudah ada yang ngatur dan setiap manusia sudah ada rezeki nya masing-masing.
Tetapi ya gimana lagi aku juga cuma manusia biasa yang masih bisa kesel sama orang lain, oh iya tetangga aku jualan gk cuma jualan biasa naget kaya aku tapi mereka punya gadis-gadis nya. Otomatis mereka lebih menang dan lebih bisa menarik perhatian orang lain walaupun harga yang mereka tawarkan berbeda dan bisa dibilang lebih mahal tetap saja banyak yang lebih tertarik ke sana kan?
Aduh tiba-tiba aja aku makin jadi manusia egois.
Tetapi dari sini aku belajar beberapa hal
1. Rezeki setiap manusia itu memang sudah ada yang ngatur dan tidak mungkin tertukar
2. Ingin memulai sebuah usaha walaupun kecil kita harus melakukan dengan niat (maksudnya kita bisa melakukan analisis swot atau apapun biar kalau kejadian
seperti ini terjadi gak emosi kaya aku)
3. Setiap kejadian yang terjadi mengandung hikmah dan pembelajaran didalamnya
Pagi itu aku sangat bersemangat. Bangun, mandi dan bersiap-siap membeli bahan-bahan untuk berjualan. Hari pertama, kedua dan ketiga Alhamdulillah berjalan dengan lancer dan cukup rami.
Pada hari keempat tetangga aku juga jualan yang sama, awalnya aku biasa aja. Tapi secara sadar atau tidak sadar ini adalah keadaan dimana aku “terancam” kenapa demikian ? bukankah dia adalah saingan ? ketika A adalah sesuatu yang di butuhkan oleh 20 orang dan hanya bisa di dapatkan di aku maka 20 orang tersebut sudah pasti akan datang ke aku, iya kan ? tapi ketika A bisa di dapatkan selain di tempat ku maka 20orang tersebut belum pasti akan ke aku semuakan ?
“Apasih gtu aja lebay banget, kan rezeki setiap orang beda-beda dan sudah ada rezeki masing-masing” pasti ada aja yang mikir kek gini. Iya iya emang bener kok rezeki itu sudah ada yang ngatur dan setiap manusia sudah ada rezeki nya masing-masing.
Tetapi ya gimana lagi aku juga cuma manusia biasa yang masih bisa kesel sama orang lain, oh iya tetangga aku jualan gk cuma jualan biasa naget kaya aku tapi mereka punya gadis-gadis nya. Otomatis mereka lebih menang dan lebih bisa menarik perhatian orang lain walaupun harga yang mereka tawarkan berbeda dan bisa dibilang lebih mahal tetap saja banyak yang lebih tertarik ke sana kan?
Aduh tiba-tiba aja aku makin jadi manusia egois.
Tetapi dari sini aku belajar beberapa hal
1. Rezeki setiap manusia itu memang sudah ada yang ngatur dan tidak mungkin tertukar
2. Ingin memulai sebuah usaha walaupun kecil kita harus melakukan dengan niat (maksudnya kita bisa melakukan analisis swot atau apapun biar kalau kejadian
seperti ini terjadi gak emosi kaya aku)
3. Setiap kejadian yang terjadi mengandung hikmah dan pembelajaran didalamnya
Semoga dari pengalaman ini kalian juga belajar sesuatu
Keren Kaka🤗🤗
BalasHapusaku juga ingin berjualan naget naget
BalasHapusduh asiap deh shay
BalasHapusmungut tiap hari eyya
BalasHapustebak akuh siapah
BalasHapusRatu duit wkwk
Hapus