Hay semuanya, selamat datang di
#saatnyacerpen. Jadi ini akan rutin mungkin 1 minggu sekali aku upload kalau
rajin dan tidak ada kesibukan atau 1 bulan sekali upload ketika memang aku
berhalangan.
Ini akan berisikan tentang
cerpen-cerpen entah dari kisah nyata atau tidak tetapi yang pastinya semua
tokoh dan tempat hanya samaran yah. Temanya pun akan beragam, dari romantis, horror,
comedy dan lainnya. Bagi kalian yang suka baca cerpen atau lebih paham tentang
cerpen bisa kasihkan masukan dan saran, atau rekomendasi cerita lainnya, dan
jika kalian berbaik hati boleh juga bantu bagikan kepada teman-teman, sahabat,
saudara, dan keluarga kalian.
Okey?
Terimakasih telah berkunjung dan
selamat menikmati.
Wendi adalah seorang mahasiswi
semester 4 yang sedang menempuh pendidikan di salah satu universitas ternama di
Kota, dia adalah perempuan yang pemberani, ramah dan cantik. Hari itu wendi sangat senang karena sebentar lagi dia akan libur semester yang artinya dia
akan pulang kerumah orang tuanya.
Malam itu dia menelpon ibunya
“hallo ma, assalamualikum” ucapnya
di balik telpon dengan wajah gembira.
“waalaikumsallam, ada apa nak?”
jawab sang ibu
“besok aku pulang, soalnya libur 10
hari, aku sudah pesan travel besok berangkat setelah selesai kuliah sekitar
pukul 16.00”
“oh iya, hati-hati, uang untuk
travel nya nanti perlu di transfer atau bayar di rumah aja”
“dirumah aja”
Mereka berbincang cukup lama.
Keesokan harinya Wendi pun pulang
kerumah orang tuanya. Wendi sangat senang berada dirumah, setidaknya beban
kuliah terasa berkurang dan sejuknya udara desa juga membuatnya lebih santai.
“nak besok temenin mama yah, mau
beli bahan-bahan untuk membuat kue.”
“iya ma”
Keesokan harinya wendi dan ibunya
bersiap untuk berangkat, wendi sedikit menepukkan spoon pupur dan memberikan
lipstick dengan warna nute di bibirnya.
Sesampainya di toko untuk
berbelanja, pemilik toko berbincang-bincang dengan ibunya Wendi.
“ini anak kamu yang sedang kuliah
ya?” tanya sang pemilik toko
“iya, baru semester 4” jawab ibu
wendi
“wah masih lama ya, kemarin itu
katanya sudah lulus kan?” tanya sang pemilik toko lagi
“oh, kemarin itu dia baru lulus
SMK”
“kalau menikah sambil kuliah di
izinkan gk?” tanyanya kembali. Pertanyaan itu sontak membuat ibu Wendi dan Wendi
kaget.
“hehehe, gk tau sih anaknya, tapi
katanya gak mau nikah dulu.” Jawab ibu
Wendi
“siapa tau aja mau, soalnya aku
suka sama anak kamu, dia sopan dan kita juga masih ada hubungan keluarga. Siapa
tau aja mau sama anak aku.” Ucap sang pemilik toko
“sama si Andi ?” kata ibu Wendi
“iya sama Andi. Wendi belum pernah
ketemu ya? Coba deh kenalan di instagram atau tante kasih aja nomer whatsapp
nya?”
“nama instagramnya aja tante.” Ucap
Wendi
Setelah selesai membeli bahan di
toko dan berbincang-bincang. Wendi dan ibunya pun pulang. Sesampainya dirumah
Wendi mulai penasaran dengan instagram Andi dan melihat-lihat postingan Andi,
tidak sengaja Wendi menekan like pada postingan Andi.
“astagaaa, bego banget sih. Kenapa
di ketekan like.”
Tidak lama kemudian wendi
mendapatkan pesan di intagram
“ciye ketahuan kepo” ini adalah pesan dari Andi
“tuh kan, aduh gimana nih. Gk usah
ku baca aja kali ya. Tapi, aduhh bingung, buka aja deh.” Wendi membuka pesan
tersebut dan membalasnya
“hee,
cuman mau memastikan aja koq”
“memastikan
apa nih? Btw udah pasti atau belum?”
“he
udang koq”
“chat
lewat instagram lelet, boleh minta nomer whatsapp?”
Wendi pun memberikan nomer whatsapp
nya.
Akhirnya mereka sering chatting,
ketemu dan jalan bareng. Tidak terasa Wendi dan Andi sudah saling mengenal
selama 1 tahun, mereka sangat bahagia. Tetapi orangtua Andi sangat ingin
memiliki seorang cucu dan meminta agar Andi cepat menikah. Andi sangat
bingung, karena dia tahu bahwa Wendi tidak ingin menikah sebelum lulus kuliah.
“Andi, mama sama papa sangat setuju
dengan hubungan kamu dan Wendi, tapi kami juga sangat ingin kalian segera
menikah.” Ucap ibu. Andi
“ma,. Andi juga ingin menikah
dengan Wendi tetapi mama kan tau Wendi tidak akan mau jika dia belum lulus
kuliah.”
“kamu bicara lagi dengan. Wendi,
jika dia tetap tidak ingin menikah maka mama akan carikan wanita lain yang siap
menikah dengan kamu.”
Andi kaget dengan perkataan ibunya.
Akhirnya dia pergi kekamar dan menelpon. Wendi
“hallo,
Wendi, besok kita ketemu ya, ada hal penting yang ingin aku bicarakan.”
“oh,
okey”
Keesokan harinya merekapun bertemu
“ada apa sih? Serius banget” ucap.
Wendi yang penasaran
“wendi, kamu tau kan aku tulus suka
sama kamu yah walaupun aku gk pernah bilang sebelumnya. Kamu juga tau kan kalau
orangtua aku sayang sama kamu? Dan keluarga kita saling mengenal dengan baik.”
“kamu mau bahas apa sih? Mau bahas
masalah nikah lagi? andi sampai kapanpun dan bagaimanapun jawaban ku tetap
sama, aku tidak akan menikah sebelum lulus kuliah.” Tegas. Wendi
“kamu gk percaya sama aku? Aku bisa
bertanggu jawab koq, aku juga akan dukung kuliah kamu, dan aku gk akan ganggu
kuliah kamu.”
“aku percaya sama kamu dan
jawabanku akan tetap sama”
“mama mau mencarikan aku wanita
lain jika kamu tidak mau menikah.”
Wendi yang mendengarkan itu kaget,
walaupun dia sudah menduga hal yang paling buruk terjadi adalah hal ini, tetapi dia
tidak menyangka bahwa kejadiannya akan secepat ini dan Andi dengan mudah
menyerah seperti ini.
“okey, kalau begitu. Silahkan saja
kamu menikah dengan wanita lain, dan jangan hubungi aku lagi.” wendi saat itu
benar-benar kecewa dan dia pulang.
Benar saja. Andi sama sekali tidak
menghubungi Wendi.
Setelah beberapa bulan. Wendi sudah
mulai terbiasa dan perlahan berhasil melupakan Andi.
Pada suatu malam, Wendi teringgat
akan Andi. Dia mengambil handphone
dan membuka folder foto yang berisikan foto mereka, Wendi telah terlanjur jatuh
cinta dengan Andi tetapi takdir berkata lain. Wendi pun membuka instagram dan
mengetik nama Andi di pencarian, setelah dia buka betapa kagetnya Wendi
ketika melihat postingan yang baru beberapa menit di unggah oleh Andi.
Postingan itu berisikan undangan. Undangan pernikah Andi dengan wanita lain.
Wendi yang melihat itu meneteskan air mata, bagaimana bisa? Bahkan hanya
beberapa bulan? Dan benar saja. Andi akhirnya menikah dengan wanita lain. Wendi
kembali memandangi unggahan itu dan tepat hari ulang tahun Wendi akad nikah
mereka akan diselanggarakan. Sudah cukup, ini sangat membuat hati Wendi
terluka.
Jika pada akhirnya dia dengan orang
lain, untuk apa aku pernah ada? Bahkan pada akhirnya aku yang lebih terluka
ketika dia pergi dan tak kunjung mendapatkan pengganti? Dan dia hanya
merasakan kehilangan sebentar tetapi akhirnya di gantikan dengan pasangan halal
yang senantiasa hadir ketika dia terluka.
Akhirnya kita semua sadar, sekuat
apapun kita, sesayang apapun kita, jika dia memang bukan takdir kita maka kita
tidak bisa melakukan apa-apa.
Jangan menyalahkan orang lain atau
pasangan kita yang akhirnya menemukan takdirnya, tapi sadarkan diri kita bahwa
kita telah memiliki takdir masing-masing dan cara yang paling tepat adalah
dengan selalu meminta petunjuk-Nya dan melakukan apa yang telah Dia perintahkan.
See you
Komentar
Posting Komentar