“selamat pagi anak-anak” ucap ibu
guru pada murid-muridnya
“pagi ibu guruuuu…” jawab para
murid
“anak-anak, hari ini ibu membawa seorang
teman baru untuk kalian, April ayo perkenalkan diri kamu”
April menggangkat kepala dan menatap
teman-teman baru nya
“hallo semuanya, perkenalkan nama
saya April, saya pindahan dari SD Jaya
Raya, salam kenal semua nya.”
“baiklah, sekarang kamu silahkan
duduk disitu ya.” Ibu guru mempersilahkan April untuk duduk di sebelah Annisa.
“hay, nama aku Annisa salam kenal”
sambil mengulurkan tangan
“aku April” menjabat tangan Annisa
Setelah pelajaran selesai anak-anak
pergi ke kantin.
“sa, mereka itu teman sekelas kita
kan?” tanya April kepada Annisa sembari menunjuk beberapa anak laki-laki yang
sedang duduk di kursi kantin yang tidak jauh dari mereka
“mereka itu? Iya mereka memang
sekelas sama kita. Mereka terkenal banget. Nah cowok yang agak putih itu yang
paling terkenal namanya Johan, yang hitam manis dan gingsul itu namanya Alex,
yang paling tinggi itu namanya Aris, dan yang seperti Cina paling kecil itu
namanya Erik.” Jelas Annisa
“mereka gk jahil kan?” tanya April
kembali
“kadang-kadang jahil sih, tapi
mereka baik koq, udah ah ayo lanjut makan nanti kita telat masuk kelas, ini
sebentar lagi masuk kelas lo”
Tidak lama kemudian bel sekolah
berbunyi.
“aku mau ke toilet dulu ya” ucap
April
“oh oke, kamu taukan toilet nya
dimana, itu di dekat kelas 5B. aku masuk kelas duluan ya”
April pun berjalan ketoilet
sendirian. Setelah selesai ketika April ingin kembali kekelas tiba-tiba saja
ada yang mencegatnya
“anak baru, bagi duit dong” ucap
seorang anak laki-laki
April kaget dengan kejadian ini, di
sekolah sebelumnya dia tidak pernah mengalami hal ini sebelumnya.
“diam aja, mana sini duitnya.” Lelaki
tersebut mulai berbicara dengan nada yang agak tinggi dan mendekatkan dirinya
kepada April
“eee maaf gk ada” jawab April
dengan sedikit ketakutan
Brakk. Tubuh April di dorong ke
dinding
“kamu pikir aku meminta dengan cara
baik-baik?” tegas lelaki tersebut
April hampir saja menangis.
Tiba-tiba dari belakang terdengar langkah kaki seseorang.
“Joni ngapain kamu?” ucap seseorang
dari belakang Joni
“dia lagi, anak baru urusan kita
belum selesai.” Bisik Joni kepada April, lalu pergi tanpa menoleh kearah suara
tersebut.
April tampak masih kaget dengan
kejadian tersebut, dia membeku di tempat dengan wajah pucat.
“kamu tidak apa-apa kan?” ucap
seseorang tersebut
April tidak menjawab dan menoleh
kearah seseorang tersebut. Dia melewatinya dan berjalan ke kelas dengan wajah
pucat.
“April, kamu kenapa?” ucap Annisa
yang sangat kaget karena melihat wajah temannya
“April, April” annisa menggoyangkan
badan April karena tidak mendapatkan jawaban
“tadi ada seseorang yang mau ngeramas uang aku” ucap April
“Apaaa ? oh pasti sama si Joni,
memang kurang ajar dia itu, dia gk takut bahkan sama guru pun. Kamu harus
hati-hati. Pokoknya kamu jangan jalan sendiri lagi deh. Oh iya jadi uang kamu
di ambil semua sama dia? Kamu gk di pukul kan?” annisa mulai cemas dan
memeriksa badan April
“enggak koq, tadi ada seseorang
yang nolong aku.”
“nolong kamu? Hmm Joni cuman takut
sama mereka” annisa menunjuk kearah anak laki-laki yang tadi di kantin
“jika ada yang menolong kamu
berarti salah satu di antara mereka, jadi siapa yang nolong kamu tadi?” annisa
mulai penasaran
“aku gk lihat muka nya”
Annisa menoleh kearah anak
laki-laki tersebut. Yang tidak ada di kursi hanya Johan dan Alex. Annisa
berpikir mungkin salah satu di antara mereka lah yang menolong April.
Benar saja tidak lama kemudian Johan dan Alex masuk kekelas.
Benar saja tidak lama kemudian Johan dan Alex masuk kekelas.
“eh April di antara mereka itu
adalah pangeran kamu” annisa mulai menggoda April.
April yang mendengar itu hanya geleng-geleng kepala.
April yang mendengar itu hanya geleng-geleng kepala.
“Johan, Alex datang dari mana
kalian?” tanya Annisa
Johan dan Alex yang mendengar
pertanyaan tersebut berjalan mendekat kearah Annisa dan April.
Tiba-tiba saja Johan mendekatkan wajahnya kearah April sambil berkata
Tiba-tiba saja Johan mendekatkan wajahnya kearah April sambil berkata
“kamu baik-baik saja?”
April menggangkat kapelanya dan
melihat kearah Johan
“selamat siang anak-anak” suara ibu
guru sontak membuat mereka kaget dan duduk kekursi masing-masing
“baiklah, hari ini karena ada rapat
para guru jadi kalian belajar mandiri di kelas. Buka buku bahasa Indonesia
kalian halaman 48 dan kerjakan soal tersebut yah. Sebelum pulang buku nya
letakkan di atas meja ibu. Dan ingat jangat rebut ya.” Jelas ibu guru
“iya ibuuuu”
“ketua kelas, silahkan catat nama
temennya yang keluar masuk kelas atau ribut ya”
“baik bu” jawab ketua kelas
Ibu guru meninggalkan ruangan
kelas. Tidak lama kemudian kelas menjadi ribut, semua orang di kelas bermain bersama
hanya beberapa anak yang tidak ikut bermain. Mereka bermain berkelompok dan
karena berdesak-desakan tidak sengaja seseorang mencium pipi April.
April sangat kaget dia melihat kearah orang tersebut ternyata dia adalah Johan. April agak marah tetapi dia juga tersipu malu dengan kejadian itu. Johan tidak berkata apapun dia hanya tersenyum kepada April.
Setelah selesai bermaian dan mengerjakan tugas dari ibu guru merekapun pulang kerumah masing-masing. Di perjalanan pulang April hanya diam, dia kaget dengan kejadian disekolah. Tidak mungkin rasanya ciuman pertamanya di lakukan saat duduk di kelas 4SD.
April sangat kaget dia melihat kearah orang tersebut ternyata dia adalah Johan. April agak marah tetapi dia juga tersipu malu dengan kejadian itu. Johan tidak berkata apapun dia hanya tersenyum kepada April.
Setelah selesai bermaian dan mengerjakan tugas dari ibu guru merekapun pulang kerumah masing-masing. Di perjalanan pulang April hanya diam, dia kaget dengan kejadian disekolah. Tidak mungkin rasanya ciuman pertamanya di lakukan saat duduk di kelas 4SD.
Keesokan harinya di sekolah April
agak canggung untuk berbicara ataupun menatap Johan.
“April, besok kita pergi ke pasar
malam yuk, ada permainan juga loh. Ikut yah. Nanti aku ajak teman-teman yang
lain.” Ajak Annisa kepada April
“oh oke”
Malam harinya April sampai ketempat
permainan terlebih dahulu. Sambil menunggu April membeli ice cream. Saat
berjalan kearah penjual ice cream April melihat Joni. Seketika langkah kaki
April terhenti dan dia terdiam sebentar, ketika itu Johan menoleh kearah April.
April yang melihat itu segera membalikkan badannya tapi tiba-tiba saja Brakkk…
tubuh April tetabrak dengan seseorang dengan sigap seseorang tersebut menanggap
badan April yang hampir terjatuh dan berkata
“kamu baik-baik saja?”
Sontak April kaget dan seketika dia
mengenali suara tersebut, ini adalah suara orang yang menolong dia waktu di
sekolah.
“jadi kamu?” ucap April sembari
menunjuk wajah orang tersebut.
See you part II
Komentar
Posting Komentar