Langsung ke konten utama

#SAATNYACERPEN, Sahabat Katanya part I

“selamat pagi anak-anak” ucap ibu guru pada murid-muridnya

“pagi ibu guruuuu…” jawab para murid

“anak-anak, hari ini ibu membawa seorang teman baru untuk kalian, April ayo perkenalkan diri kamu”

April menggangkat kepala dan menatap teman-teman baru nya
“hallo semuanya, perkenalkan nama saya April, saya pindahan dari SD  Jaya Raya, salam kenal semua nya.”

“baiklah, sekarang kamu silahkan duduk disitu ya.” Ibu guru mempersilahkan April untuk duduk di sebelah Annisa.

“hay, nama aku Annisa salam kenal” sambil mengulurkan tangan

“aku April” menjabat tangan Annisa

Setelah pelajaran selesai anak-anak pergi ke kantin.

“sa,  mereka itu teman sekelas kita kan?” tanya April kepada Annisa sembari menunjuk beberapa anak laki-laki yang sedang duduk di kursi kantin yang tidak jauh dari mereka

“mereka itu? Iya mereka memang sekelas sama kita. Mereka terkenal banget. Nah cowok yang agak putih itu yang paling terkenal namanya Johan, yang hitam manis dan gingsul itu namanya Alex, yang paling tinggi itu namanya Aris, dan yang seperti Cina paling kecil itu namanya Erik.” Jelas Annisa

“mereka gk jahil kan?” tanya April kembali

“kadang-kadang jahil sih, tapi mereka baik koq, udah ah ayo lanjut makan nanti kita telat masuk kelas, ini sebentar lagi masuk kelas lo”

Tidak lama kemudian bel sekolah berbunyi.
“aku mau ke toilet dulu ya” ucap April

“oh oke, kamu taukan toilet nya dimana, itu di dekat kelas 5B. aku masuk kelas duluan ya”

April pun berjalan ketoilet sendirian. Setelah selesai ketika April ingin kembali kekelas tiba-tiba saja ada yang mencegatnya

“anak baru, bagi duit dong” ucap seorang anak laki-laki
April kaget dengan kejadian ini, di sekolah sebelumnya dia tidak pernah mengalami hal ini sebelumnya.

“diam aja, mana sini duitnya.” Lelaki tersebut mulai berbicara dengan nada yang agak tinggi dan mendekatkan dirinya kepada April

“eee maaf gk ada” jawab April dengan sedikit ketakutan
Brakk. Tubuh April di dorong ke dinding

“kamu pikir aku meminta dengan cara baik-baik?” tegas lelaki tersebut
April hampir saja menangis. Tiba-tiba dari belakang terdengar langkah kaki seseorang.

“Joni ngapain kamu?” ucap seseorang dari belakang Joni

“dia lagi, anak baru urusan kita belum selesai.” Bisik Joni kepada April, lalu pergi tanpa menoleh kearah suara tersebut.

April tampak masih kaget dengan kejadian tersebut, dia membeku di tempat dengan wajah pucat.

“kamu tidak apa-apa kan?” ucap seseorang tersebut

April tidak menjawab dan menoleh kearah seseorang tersebut. Dia melewatinya dan berjalan ke kelas dengan wajah pucat.

“April, kamu kenapa?” ucap Annisa yang sangat kaget karena melihat wajah temannya

“April, April” annisa menggoyangkan badan April karena tidak mendapatkan jawaban

“tadi ada seseorang yang mau ngeramas uang aku” ucap April

“Apaaa ? oh pasti sama si Joni, memang kurang ajar dia itu, dia gk takut bahkan sama guru pun. Kamu harus hati-hati. Pokoknya kamu jangan jalan sendiri lagi deh. Oh iya jadi uang kamu di ambil semua sama dia? Kamu gk di pukul kan?” annisa mulai cemas dan memeriksa badan April

“enggak koq, tadi ada seseorang yang nolong aku.”

“nolong kamu? Hmm Joni cuman takut sama mereka” annisa menunjuk kearah anak laki-laki yang tadi di kantin

“jika ada yang menolong kamu berarti salah satu di antara mereka, jadi siapa yang nolong kamu tadi?” annisa mulai penasaran

“aku gk lihat muka nya”
Annisa menoleh kearah anak laki-laki tersebut. Yang tidak ada di kursi hanya Johan dan Alex. Annisa berpikir mungkin salah satu di antara mereka lah yang menolong April.
Benar saja tidak lama kemudian Johan dan Alex masuk kekelas.

“eh April di antara mereka itu adalah pangeran kamu” annisa mulai menggoda April.

April yang mendengar itu hanya geleng-geleng kepala.

“Johan, Alex datang dari mana kalian?” tanya Annisa
Johan dan Alex yang mendengar pertanyaan tersebut berjalan mendekat kearah Annisa dan April.

Tiba-tiba saja Johan mendekatkan wajahnya kearah April sambil berkata

“kamu baik-baik saja?”
April menggangkat kapelanya dan melihat kearah Johan

“selamat siang anak-anak” suara ibu guru sontak membuat mereka kaget dan duduk kekursi masing-masing

“baiklah, hari ini karena ada rapat para guru jadi kalian belajar mandiri di kelas. Buka buku bahasa Indonesia kalian halaman 48 dan kerjakan soal tersebut yah. Sebelum pulang buku nya letakkan di atas meja ibu. Dan ingat jangat rebut ya.” Jelas ibu guru

“iya ibuuuu”

“ketua kelas, silahkan catat nama temennya yang keluar masuk kelas atau ribut ya”

“baik bu” jawab ketua kelas

Ibu guru meninggalkan ruangan kelas. Tidak lama kemudian kelas menjadi ribut, semua orang di kelas bermain bersama hanya beberapa anak yang tidak ikut bermain. Mereka bermain berkelompok dan karena berdesak-desakan tidak sengaja seseorang mencium pipi April.
April sangat kaget dia melihat kearah orang tersebut ternyata dia adalah Johan. April agak marah tetapi dia juga tersipu malu dengan kejadian itu. Johan tidak berkata apapun dia hanya tersenyum kepada April.

Setelah selesai bermaian dan mengerjakan tugas dari ibu guru merekapun pulang kerumah masing-masing. Di perjalanan pulang April hanya diam, dia kaget dengan kejadian disekolah. Tidak mungkin rasanya ciuman pertamanya di lakukan saat duduk di kelas 4SD.

Keesokan harinya di sekolah April agak canggung untuk berbicara ataupun menatap Johan.

“April, besok kita pergi ke pasar malam yuk, ada permainan juga loh. Ikut yah. Nanti aku ajak teman-teman yang lain.” Ajak Annisa kepada April

“oh oke”

Malam harinya April sampai ketempat permainan terlebih dahulu. Sambil menunggu April membeli ice cream. Saat berjalan kearah penjual ice cream April melihat Joni. Seketika langkah kaki April terhenti dan dia terdiam sebentar, ketika itu Johan menoleh kearah April. April yang melihat itu segera membalikkan badannya tapi tiba-tiba saja Brakkk… tubuh April tetabrak dengan seseorang dengan sigap seseorang tersebut menanggap badan April yang hampir terjatuh dan berkata

“kamu baik-baik saja?”
Sontak April kaget dan seketika dia mengenali suara tersebut, ini adalah suara orang yang menolong dia waktu di sekolah.

“jadi kamu?” ucap April sembari menunjuk wajah orang tersebut.

See you part II

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAGAIMANA SEHARUSNYA MENCINTAI SESEORANG ?

Part 1 “Bagaimana seharusnya mencintai seseorang ?” Jawaban dari pertanyaan tersebut pasti berbeda dari setiap orang. Ada yang mengatakan kita harus berkorban untuk seseorang yang kita cintai, kita harus membuatnya bahagia, kita harus menjadi diri sendiri, kita boleh menjadi orang lain, kita juga harus mementingkan diri kita, kita boleh tersakiti, tidak apa-apa jika kita yang terluka, mencintai seseorang juga harus rela jika suatu saat dia dengan orang lain.  Dari sekian banyak jawaban dari semua orang lantas bagaimana seharusnya mencintai seseorang menurut saya ? Aku sudah banyak menerima pengalaman mencintai bahkan dicintai selama ini. Rasanya menjawab pertanyaan tersebut hanya dengan 1 pandangan dan 1 pengalam mencintai saja tidak akan cukup, jawaban pertanyaan ini sangat beragam bukan? Bahkan saya juga bingung apa jawaban yang paling tepat untuk pertanyaan tersebut. Tapi jika saya tetap harus menjawab maka bagaimana seharusnya mencintai seseorang dari saya...

REZEKI SETIAP MANUSIA

Aku sangat ingat hari itu, terbangun di pagi hari dan tiba-tiba terlintas dipikiran “di rumah setiap hari, pengeluaran terus berjalan. Tetapi pemasukan sama sekali tidak ada”. Pada pagi itu juga aku memutuskan untuk berjualan, jualan naget-naget yang digoreng dan pop ice di depan rumah. Pagi itu aku sangat bersemangat. Bangun, mandi dan bersiap-siap membeli bahan-bahan untuk berjualan. Hari pertama, kedua dan ketiga Alhamdulillah berjalan dengan lancer dan cukup rami. Pada hari keempat tetangga aku juga jualan yang sama, awalnya aku biasa aja. Tapi secara sadar atau tidak sadar ini adalah keadaan dimana aku “terancam” kenapa demikian ? bukankah dia adalah saingan ? ketika A adalah sesuatu yang di butuhkan oleh 20 orang dan hanya bisa di dapatkan di aku maka 20 orang tersebut sudah pasti akan datang ke aku, iya kan ? tapi ketika A bisa di dapatkan selain di tempat ku maka 20orang tersebut belum pasti akan ke aku semuakan ? “Apasih gtu aja lebay banget, kan rezeki setiap orang beda...

RAMADHAN YANG BERBEDA

Seperti yang semua orang ketahui ramadhan kali ini akan jauh berbeda dengan yang sebelumnya. Dari sekian banyak keluhan yang orang lain rasakan aku hanya ingin membahas tentang betapa bersyukurnya aku tahun ini. Setelah beberapa tahun aku tidak bisa menghabiskan waktu ramadhan bersama keluarga, akhirnya tahun ini satu bulan penuh aku akan menghabiskannya dengan keluarga ku. Mungkin ini juga pembelajarn yang dapat kita ambil bahwa kita harus bisa lebih bersyukur dan lebih memberikan waktu berkumpul dengan keluarga tidak hanya mementingkan pekerjaan masing-masing. Jika biasanya aku sahur di kost kostan kadang sendiri atau dengan teman akhirnya tahun ini aku bisa sahur dan berbuka bersama keluarga ku. sholat berjamaah juga salah satu hal yang sangat amat aku rindukan.  Berbicara dengan mereka, bercanda dengan mereka, bahkan memberitahu kesedihan masing-masing adaalah hal yang paling aku sukai. Bisa bersama dengan keluarga akan membuat kita lebih bersyukur dan sadar. ...