“nak bangun, ayo sahur” ucap sang
ibu membangunkan anaknya yang sedang tertidur. Gadis itu perlahan membuka mata
sembari mencari handphone.
“hm baru pukul 03.20 dini hari”
(gumamnya dalam hati)
“mah, bangunkan jam 4 yah. Atau jam
04.20” ibunya yang mendengar hal tersebut menutup pintu kamar anaknya dan
kembali ke meja makan untuk sahur. Sang ibu tidak banyak bicara karena dia tahu
anaknya hari ini akan melakukan ujian.
Tepat pukul 04.20 alarm hp pun
bordering, gadis itu memantikan alarm dan berusaha menyadarkan dirinya. Dia
berusaha melawan rasa kantuk dan bergegas untuk mencuci muka. Setelah selesai mencuci
muka dan sahur gadis itu duduk untuk menonton tv sebentar sebelum belajar.
Allahuakbar Allahuakbar..
Suara azan terdengar, gadis itu
beranjak dari apa yang dia kerjakan untuk mengambil air wudhu dan segera
melaksanakan sholat. Setelah selesai gadis itu kembali belajar sesekali dia
membalas pesan di whastapp.
Tidak terasa jam menunjukan pukul
07.00 gadis itu bergegas untuk mandi dan bersiap-siap untuk pergi kerumah keluarganya
untuk melakukan ujian, karena ujian secara online gadis itu harus mencari
tempat dengan jaringan yang bagus. Setelah selesai mandi dan bersiap-siap gadis itu
berangkat menggunakan motor. Dinginnya udara pagi tidak membuat gadis itu putus
semangat, dia tetap melaju di jalanan. Sekitar 20 menit gadis itupun sampai.
Dia mengikuti ujian dengan lancar. Gadis itu memutuskan untuk istirahat
sebentar di rumah keluarganya.
“masih siang juga, cuacanya juga
masih panas. Lebih baik aku istirahat sebentar dan download drama korea” Ucap
gadis itu perlahan.
Tanpa disadari gadis itu waktu berjalan dengan cepat. Ketika dia ingin pulang tetapi apa yang dia download belum selesai, akhirnya gadis itu kembali menunggu. Gadis itu melirik jam dinding, “astaga, jam 16.00 pm, tidak apa-apalah satu jam lagi aku akan pulang” ucap gadis itu.
Tanpa disadari gadis itu waktu berjalan dengan cepat. Ketika dia ingin pulang tetapi apa yang dia download belum selesai, akhirnya gadis itu kembali menunggu. Gadis itu melirik jam dinding, “astaga, jam 16.00 pm, tidak apa-apalah satu jam lagi aku akan pulang” ucap gadis itu.
Ketika dia ingin pulang tiba-tiba
saja hujan sangat deras, keluarganya pun meminta untuk berbuka puasa di sini
saja dan menawarkan untuk menginap. Tentu saja gadis itu tidak bisa untuk
menginap karena dia tahu betul bagaimana ayahnya. Gadis itu hanya bisa berdoa
agar hujan cepat reda, tidak apa-apa jika aku harus pulang pukul 18.00 pm
sekalipun. Sayang sekali hujan tetap turun dengan derasnya, bahkan sampai suara
azan berkumandang hujan belum juga berhenti. Gadis itu akhirnya
berbuka puasa
dirumah keluarganya.
Tiba-tiba suara hp berdering. Paman
gadis itu menganggat telpon tersebut.
“hallo, assalamualaikum”. Ayah
gadis itu menelpon, menanyakan keadaan putrinya dan meminta putrinya untuk
pulang. Tetapi gadis itu belum bisa pulang, karena hujan masih sangat deras.
Gadis itu masih berharap agar hujan itu reda. Akhirnya hujan berhenti. Setelah
bersiap-siap gadis itu meminta izin untuk pulang.
“yakin mau pulang? Ini sudah
terlalu malam” kata paman gadis itu.
“nginap aja disini, tidak apa-apa,
nanti kamu tidur sama anak tante” istri paman gadis itu juga meminta untuk
menginap.
“tidak apa-apa, saya berani koq
pulang. Lagian ini baru pukul 21.00 pm” ucap sang gadis, walaupun sebenarnya
gadis itu juga takut pulang malam, tapi rasanya lebih menakutkan lagi jika dia
menginap tanpa izin dari sang ayah. Akhirnya gadis itu pulang dengan motornya.
Malam itu sangat gelap, tidak ada lampu penerang dijalan, semua rumah orangpun
sudah tutup dan tidak ada seorangpun selain gadis itu yang melintas di jalanan.
Di perjalanan gadis itu hanya membaca berbagai macam surah dan ayat suci
al-quran yang dia hapal. Gadis itu mencoba memberanikan dirinya, dia hanya
berpikir positif dan ingin cepat-cepat sampai dirumah.
Sesekali gadis itu melihat ke pinggiran jalan dan melihat kaca spion. Ketika dipertengahan perjalanan gadis itu tersadar bahwa dia belum mengisi bensin, pikirannya pun mulai kacau, bagaimana jika tiba-tiba bensin habis? Sedangkan tidak akan ada seorangpun yang bisa menolongnya. Jika kembali kerumah keluarganyapun rasanya tidak mungkin. Tiba-tiba saja lampu motor gadis itu mati, kejadian itu pernah terjadi seebelumnya dan selalu di tempat yang sama. Ditempat pemakaman, sungguh sial nasib gadis itu. Dia berhenti sebentar dan mengetuk ngetuk kaca lampu motor, hanya beberapa ketukan akhirnya lampu motor itu kembali menyala. Sekarang keadaan makin terasa menyeramkan, gadis itu kembali menaiki motornya dan melaju kencang.
Sesekali gadis itu melihat ke pinggiran jalan dan melihat kaca spion. Ketika dipertengahan perjalanan gadis itu tersadar bahwa dia belum mengisi bensin, pikirannya pun mulai kacau, bagaimana jika tiba-tiba bensin habis? Sedangkan tidak akan ada seorangpun yang bisa menolongnya. Jika kembali kerumah keluarganyapun rasanya tidak mungkin. Tiba-tiba saja lampu motor gadis itu mati, kejadian itu pernah terjadi seebelumnya dan selalu di tempat yang sama. Ditempat pemakaman, sungguh sial nasib gadis itu. Dia berhenti sebentar dan mengetuk ngetuk kaca lampu motor, hanya beberapa ketukan akhirnya lampu motor itu kembali menyala. Sekarang keadaan makin terasa menyeramkan, gadis itu kembali menaiki motornya dan melaju kencang.
Dari kejauhan gadis itu melihat
asap, asap itu membuatnya ketakutan, perlahan dia semakin dekat dengan asap
itu, semakin dekat, semakin dekat akhirnya gadis itu melewati asap tersebut
karena melewati asap mata gadis itu terasa perih dan dia hampir saja jatuh
kesemak-semak. gadis itu mengusap-usap matanya dan dia seperti sedang melihat
seseorang di pinggir jalan. “astaga, apakah itu orang?” sontak gadis itu kaget.
Tetapi dia tidak berani untuk berhenti dan tetap melanjutkan perjalanan.
Tidak lama kemudian akhirnya gadis itupun sampai dirumahnya. Dia memarkirkan motor dan masuk kedalam rumah, rumah tampak sepi. Mungkin yang lain sedang tidur pikir gadis itu. Dia meletakkan tas ranselnya, dan bersiap untuk mandi. Setelah selesai mandi gadis itu merasa aneh, mengapa tidak ada suara sedikitpun dirumahnya. Apakah benar mereka sedang tidur dan tidak bangun sama sekali ketika sang anak datang? Bahkan mana mungkin mereka bisa tidur sebelum mengetahui anak mereka pulang?
Tidak lama kemudian akhirnya gadis itupun sampai dirumahnya. Dia memarkirkan motor dan masuk kedalam rumah, rumah tampak sepi. Mungkin yang lain sedang tidur pikir gadis itu. Dia meletakkan tas ranselnya, dan bersiap untuk mandi. Setelah selesai mandi gadis itu merasa aneh, mengapa tidak ada suara sedikitpun dirumahnya. Apakah benar mereka sedang tidur dan tidak bangun sama sekali ketika sang anak datang? Bahkan mana mungkin mereka bisa tidur sebelum mengetahui anak mereka pulang?
Gadis itu kemuadian bersiap untuk
tidur, dia masuk kamar dan begitu kagetnya ternyata sang adik yang biasanya
tidur dengan dia tidak ada dikamar? Gadis itu berjalan kekamar kedua orang tua
nya, didepan pintu kamar gadis itu tidak yakin apakah dia akan masuk kekamar
orang tuanya atau tidak. Mungkin saja adik nya tidur bersama orang tua mereka,
jika dia masuk mungkin saja mereka akan kaget dan itu akan membangunkan mereka.
Ketika dia ingin membuka kamar tersebut tiba-tiba saja terdengar suara benda
terjatuh dari dapur. Gadis itu berjalan perlahan kedapur untuk memeriksa. Sesampainya
didapur gadis itu melihat kesekelilling dapur dan tidak ada benda apapun yang
terjatuh. Gadis itu segera berlari kekamar orang tuanya betapa kagetnya lagi
ternyata orang tua mereka juga tidak ada dirumah. Gadis itu menarik napas
panjang, berdoa di dalam hati dan dia kembali berpikir positif mungkin ada
adiknya di lantai 2 sedang main game. Gadis itupun mengambil senter dan keluar
kamar menuju lantai 2.
Gadis itu menaiki tangga dengan
perlahan, tangga itu tampak gelap karena lampu di lantai 2 sedang rusak.
Sesampainya di lantai 2 gadis itu kembali melihat kesekeliling dan tidak ada
seorangpun disana, hanya pintu menuju jamuan yang terbuka. Gadis itu berjalan
perlahan menuju pintu tersebut dan menutupnya. Gadis itu kembali turun,
tiba-tiba terdengar suara seperti langkah kaki di lantai 2. Gadis itu sangat
ketakutan, tanpa pikir panjang dia segera mengambil tas ranselnya dan kunci motor, gadis itu berlari keluar rumah dan menaiki motor untuk menuju bengkel
ayahnya. Betapa kagetnya dia ternyata kedua orang tuanya dan adik-adiknya
berada di sana.
Komentar
Posting Komentar