Langsung ke konten utama

MENJADI MANUSIA PEMILIH

Selama #dirumahaja apa sih yang kalian lakukan ?

Rebahan, main hp, buat cemilan baru, belajar make up, bersih-bersih rumah, nonton drama korea dan bahkan nonton sinetron Indonesia. Atau melakukan aktifitas yang lainnya ?

Karena rasanya bosan juga melakukan hal yang sama setiap harinya akhirnya aku bingung juga mau melakukan apa. Pengen nonton drama gk bisa streaming apa lagi download maklum jaringannya di kampung gk sebagus di perkotaan. Pengen nonton youtube ya juga harus di batasin karena hemat kuota internet. Pada akhirnya aku nonton sinetron deh.
Setelah sekian lama gk nonton sinetron saat nonton aku cuman bisa tepuk tangan sambil geleng-geleng kepala. Wow, kenapa harus begini banget ya.

Sinetron ini bercerita tentang seorang gadis yang diselingkuhin dan tiba-tiba dia bertemu dengan lelaki yang alim, pada saat itu juga sang gadis akhirnya jatuh cinta sama tuh lelaki. Gadis itu juga memutuskan untuk bertaubat, dia berpuasa ketika bulan ramadhan, berangkat kemesjid untuk mengikuti pengajian yang sama, bahkan meminta lelaki tersebut untuk menjadi guru mengaji dan sholat dia.

Banyak adegan yang membuat aku geleng-geleng kepala sampai mau mengumpat.

Pertama adegan dimana saat di tempat wudhu si gadis mau jatuh dan lelaki tersebut menangkapnya (bayangkan aja kaya di drama-drama korea) mereka tatap-tatapan sambil tersenyum.

Kedua, si gadis ke masjid untuk ketemu sama tuh lelaki sesampainya di masjid dia melihat lelaki itu sedang mengajar ngaji gadis lain. Cemburu deh dan dia pulang. Yang bikin kesal adalah ketika si gadis ngomong gini “Gk tukang selingkuh, gk yang alim semua cowok sama aja” wahh kata-kata yang paling dibenci sama semua cowok nih.

Udah tau gk suka kenapa masih di tonton ? aku juga sebenarnya ingin sekali mengganti nya dengan tontonan yang lain kalau di minta untuk memilih aku lebih memilih nonton film kartun, tapi aku mau penjelasan dari nih sinetron, siapa tau nanti di ending ada penjelasan nya gitu, dan aku juga gk mau menilai sesuatu atau berkomentar sebelum aku menonton sampai selesai.

Lanjut ke adegan yang ketiga. Gadis itu mengunjungi rumah lelaki tersebut, tapi lelaki tersebut terjiduk berduaan dengan gadis lain (padahal kakak perempuannya) gadis itu langsung lari dan lelaki tersebut mengejar (yah adegan kek gini pasti sering kita lihat di film, sinetron ataupun drama). Yang membuat aku sangat sangat sangatt ingin mengumpat adalah ketika adegan dimana gadis itu melepas jilbabnya dan melempar ke lelaki tersebut. Wwaahhhhh…..
Sangat hebat bukan ?

Sebagai manusia yang masih bisa memilih dan mendapatkan kesempatan untuk memilih suatu tontonan yang akan aku tonton jujur aku sangat bersyukur, rasanya aku hanya akan mengumpat setiap harinya jika menonton hal-hal seperti di atas. Mungkin ini adalah salah satu alasan manusia lebih memilih menjadi penikmat youtube.

Gak hanya itu biasanya setiap malam aku selalu nonton di indo**ar dengan orang rumah. Walaupun ceritanya sudah bisa ditebak suaminya selingkuh atau istrinya selingkuh karena harta atau jabatan. Lalu akhirnya mendapatkan karma dan taubat.
Setiap malam juga ayah ku akan berkata “ini terus yang di tonton” sama dengan ayah aku juga tidak terlalu suka dengan tontonan pilihan ibu rasanya lebih baik aku nonton ultraman dengan adik-adik ku. kesan yang aku dapatkan setelah menonton hal tersebut adalah takut nikah.

Aku tidak bermaksud untuk membuat kalian tidak menyukai apa yang tidak aku sukai ataupun membuat kalian menyukai apa yang aku sukai, hanya saja aku berpikit bahwa kita harus bisa menjadi seseorang yang lebih pemilih. Kita tidak bisa menerima yang lumayan bagus jika ada yang lebih bagus. Kita juga tidak bisa menerima yang hanya bermanfaat dengan yang memang memiliki lebih banyak manfaat.

Kita belajar sesuatu dari lingkungan kita, dari teman-teman dan pergaulan kita, dari apa yang kita baca dan apa yang kita tonton.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAGAIMANA SEHARUSNYA MENCINTAI SESEORANG ?

Part 1 “Bagaimana seharusnya mencintai seseorang ?” Jawaban dari pertanyaan tersebut pasti berbeda dari setiap orang. Ada yang mengatakan kita harus berkorban untuk seseorang yang kita cintai, kita harus membuatnya bahagia, kita harus menjadi diri sendiri, kita boleh menjadi orang lain, kita juga harus mementingkan diri kita, kita boleh tersakiti, tidak apa-apa jika kita yang terluka, mencintai seseorang juga harus rela jika suatu saat dia dengan orang lain.  Dari sekian banyak jawaban dari semua orang lantas bagaimana seharusnya mencintai seseorang menurut saya ? Aku sudah banyak menerima pengalaman mencintai bahkan dicintai selama ini. Rasanya menjawab pertanyaan tersebut hanya dengan 1 pandangan dan 1 pengalam mencintai saja tidak akan cukup, jawaban pertanyaan ini sangat beragam bukan? Bahkan saya juga bingung apa jawaban yang paling tepat untuk pertanyaan tersebut. Tapi jika saya tetap harus menjawab maka bagaimana seharusnya mencintai seseorang dari saya...

REZEKI SETIAP MANUSIA

Aku sangat ingat hari itu, terbangun di pagi hari dan tiba-tiba terlintas dipikiran “di rumah setiap hari, pengeluaran terus berjalan. Tetapi pemasukan sama sekali tidak ada”. Pada pagi itu juga aku memutuskan untuk berjualan, jualan naget-naget yang digoreng dan pop ice di depan rumah. Pagi itu aku sangat bersemangat. Bangun, mandi dan bersiap-siap membeli bahan-bahan untuk berjualan. Hari pertama, kedua dan ketiga Alhamdulillah berjalan dengan lancer dan cukup rami. Pada hari keempat tetangga aku juga jualan yang sama, awalnya aku biasa aja. Tapi secara sadar atau tidak sadar ini adalah keadaan dimana aku “terancam” kenapa demikian ? bukankah dia adalah saingan ? ketika A adalah sesuatu yang di butuhkan oleh 20 orang dan hanya bisa di dapatkan di aku maka 20 orang tersebut sudah pasti akan datang ke aku, iya kan ? tapi ketika A bisa di dapatkan selain di tempat ku maka 20orang tersebut belum pasti akan ke aku semuakan ? “Apasih gtu aja lebay banget, kan rezeki setiap orang beda...

RAMADHAN YANG BERBEDA

Seperti yang semua orang ketahui ramadhan kali ini akan jauh berbeda dengan yang sebelumnya. Dari sekian banyak keluhan yang orang lain rasakan aku hanya ingin membahas tentang betapa bersyukurnya aku tahun ini. Setelah beberapa tahun aku tidak bisa menghabiskan waktu ramadhan bersama keluarga, akhirnya tahun ini satu bulan penuh aku akan menghabiskannya dengan keluarga ku. Mungkin ini juga pembelajarn yang dapat kita ambil bahwa kita harus bisa lebih bersyukur dan lebih memberikan waktu berkumpul dengan keluarga tidak hanya mementingkan pekerjaan masing-masing. Jika biasanya aku sahur di kost kostan kadang sendiri atau dengan teman akhirnya tahun ini aku bisa sahur dan berbuka bersama keluarga ku. sholat berjamaah juga salah satu hal yang sangat amat aku rindukan.  Berbicara dengan mereka, bercanda dengan mereka, bahkan memberitahu kesedihan masing-masing adaalah hal yang paling aku sukai. Bisa bersama dengan keluarga akan membuat kita lebih bersyukur dan sadar. ...