Langsung ke konten utama

DIA MENGHILANG



Hari itu aku dan ibu baru saja pulang dari toko untuk membeli beberapa barang yang akan di jual di warung. Baru saja sampai adik ku yang berusia 8 tahun memberitahu kami bahwa dia menghilang.

Aku sangat marah dan kesal, ini adalah hari pertama di bulan ramadhan dan pada siang ini aku harus merasakan perasaan seperti ini. Setelah aku menurunkan barang yang dibeli akupun melontarkan berbagai pertanyaan kemapa adik ku ? “kenapa  bisa menghilang ? kapan ? bagaimana ?” serta pertanyaan lainnya. Dia baru saja melahirkan kemarin dan hari ini bagimana bisa dia menghilang dan meninggalkan anak nya sendiri ? aku langsung masuk rumah dan melihat 2 bayi tersebut yang masih bernyawa sedangkan bayi lainnya telah tiada.

Perasaan ku saat itu sungguh campur aduk, aku marah, kesal, kasihan dan tak habis pikir kenapa dia menghilang ? apakah dia tidak menyayangi anaknya ? ataukah kami jahat kepada nya? Tidak, tidak mungkin kami jahat, semua orang dirumah sungguh menyanyangi nya, terutama aku dan adikku yang berusia 8 tahun.

Aku marah kepada adikku, bagaimana bisa dia tidak melihat kemana perginya, bagaimana bisa dia lalai dalam tanggung jawabnya sendiri. Tetapi sejenak aku berpikir kembali, aku tidak bisa menyalahkannya karena dia hanya anak berusia 8 tahun. Adikku sudah mencari kemana-mana dan tidak juga bertemu dengannya.

Akupun berusaha mencari kembali, di setiap kamar dan di setiap sudutnya. Aku bahkan menjarinya di sekeliling rumah. Tapi dia juga tidak ditemukan, hingga aku memutuskan mencarinya untuk kedua kalinya didalam rumah tetapi dengan lebih seksama, aku mencari di bawah lemari, meja, kursi, tangga, bahkan aku membersihkan gudang untuk mencarinya. Tapi aku juga tidak berhasil mencarinya.

Hamster ku yang ku sayang kemana kau menghilang ? selama ini aku rasa kami sangat baik dalam merawat mu, kami juga sangat menyayangi mu. Tolong pulanglah, ingat anak dan suami mu, mereka juga memerlukanmu dan sangat menyanyangimu.

Tolong doakan hamster ku ya, biar dia cepat pulang agar dia bisa bersama deengan anak-anaknya dan suaminya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAGAIMANA SEHARUSNYA MENCINTAI SESEORANG ?

Part 1 “Bagaimana seharusnya mencintai seseorang ?” Jawaban dari pertanyaan tersebut pasti berbeda dari setiap orang. Ada yang mengatakan kita harus berkorban untuk seseorang yang kita cintai, kita harus membuatnya bahagia, kita harus menjadi diri sendiri, kita boleh menjadi orang lain, kita juga harus mementingkan diri kita, kita boleh tersakiti, tidak apa-apa jika kita yang terluka, mencintai seseorang juga harus rela jika suatu saat dia dengan orang lain.  Dari sekian banyak jawaban dari semua orang lantas bagaimana seharusnya mencintai seseorang menurut saya ? Aku sudah banyak menerima pengalaman mencintai bahkan dicintai selama ini. Rasanya menjawab pertanyaan tersebut hanya dengan 1 pandangan dan 1 pengalam mencintai saja tidak akan cukup, jawaban pertanyaan ini sangat beragam bukan? Bahkan saya juga bingung apa jawaban yang paling tepat untuk pertanyaan tersebut. Tapi jika saya tetap harus menjawab maka bagaimana seharusnya mencintai seseorang dari saya...

REZEKI SETIAP MANUSIA

Aku sangat ingat hari itu, terbangun di pagi hari dan tiba-tiba terlintas dipikiran “di rumah setiap hari, pengeluaran terus berjalan. Tetapi pemasukan sama sekali tidak ada”. Pada pagi itu juga aku memutuskan untuk berjualan, jualan naget-naget yang digoreng dan pop ice di depan rumah. Pagi itu aku sangat bersemangat. Bangun, mandi dan bersiap-siap membeli bahan-bahan untuk berjualan. Hari pertama, kedua dan ketiga Alhamdulillah berjalan dengan lancer dan cukup rami. Pada hari keempat tetangga aku juga jualan yang sama, awalnya aku biasa aja. Tapi secara sadar atau tidak sadar ini adalah keadaan dimana aku “terancam” kenapa demikian ? bukankah dia adalah saingan ? ketika A adalah sesuatu yang di butuhkan oleh 20 orang dan hanya bisa di dapatkan di aku maka 20 orang tersebut sudah pasti akan datang ke aku, iya kan ? tapi ketika A bisa di dapatkan selain di tempat ku maka 20orang tersebut belum pasti akan ke aku semuakan ? “Apasih gtu aja lebay banget, kan rezeki setiap orang beda...

RAMADHAN YANG BERBEDA

Seperti yang semua orang ketahui ramadhan kali ini akan jauh berbeda dengan yang sebelumnya. Dari sekian banyak keluhan yang orang lain rasakan aku hanya ingin membahas tentang betapa bersyukurnya aku tahun ini. Setelah beberapa tahun aku tidak bisa menghabiskan waktu ramadhan bersama keluarga, akhirnya tahun ini satu bulan penuh aku akan menghabiskannya dengan keluarga ku. Mungkin ini juga pembelajarn yang dapat kita ambil bahwa kita harus bisa lebih bersyukur dan lebih memberikan waktu berkumpul dengan keluarga tidak hanya mementingkan pekerjaan masing-masing. Jika biasanya aku sahur di kost kostan kadang sendiri atau dengan teman akhirnya tahun ini aku bisa sahur dan berbuka bersama keluarga ku. sholat berjamaah juga salah satu hal yang sangat amat aku rindukan.  Berbicara dengan mereka, bercanda dengan mereka, bahkan memberitahu kesedihan masing-masing adaalah hal yang paling aku sukai. Bisa bersama dengan keluarga akan membuat kita lebih bersyukur dan sadar. ...