Hari ini aku dikagetkan dengan
story whatsapp ibu ku.
“ayuha
kakawananai menguyai ulun kdpp jua ulun kada sarik, sakit hati pang ulun sampai
katalinga habar y. Alhamdulillah dugaan buhan pian tu salah. Tapi buhan pian tu
baisi jua anak binian. Kina bujang jua bakawan lalakian jua di sambat orang ha
tahu maka tahu. Sakit sakit rasanya”
Yang artinya “iya teman-teman menggosipin saya, gkpp saya tidakmarah koq, cuman
sakit hati karena sampai mendengar berita tersebut. Alhlamdulillah dugaan
kalian itu salah. Tapi kalian juga punya anak gadis perempuan. Nanti juga akan
tumbuh menjadi gadis remaja dan berteman dengan laki-laki bakal digosipkan juga
kalian akan tahu. Sakit, sakit rasanya”
Oke, kira-kira begitulah artinya ?
apa sih yang bakal kalian rasakan jika diposisi ku sekarang?
Sakit hati ? merasa bersalah? Marah
? kesal ? atau yang lain. Jujur perasaan ku campur aduk tetapi perasaan yang
paling dominan adalah “kesal”
Ada yang bilang seperti ini
“namanya juga hidup, lo yang jalanin. Orang lain yang mengomentari” emang hidup
melulu harus di komentari orang lain ya? Syukur-syukur kalau yang positif
contohnya mengomentari untuk membangun, memberikan nasehat, dan membuat orang
lain ingin menjadi manusia yang lebih baik lagi. Ini malah komentar negatif,
siapa yang gk kesal.
Wahai para tukang gosip
apakah kalian akan menderita jika
tidak bergosip tentang seseorang ?
apakah kalian akan rugi jika tidak
bergosip tentang seseorang ?
atau apakah kalian tidak akan happy
jika tidak bergosip tentang seseorang ?
tidak bukan ???
wahai para tukang gosip
apakah sebegitu menyenangkan nya
jika kalian membicarakn tentang orang lain ?
apakah kalian tidak mempunyai
kerjaan sehingga harus melakukan hal tersebut ?
Membicarakan orang lain di belakang
orang tersebut mungkin sangat banyak terjadi sekarang dan bahkan sudah menjadi
kebiasaan.
Wahai para tukang gosip
Apakah kalian tidak pernah
memikirkan dan mengurus keluarga kalian sendiri ?
Jika kalian merasa apa yang aku
lakukan salah dan kalian tidak suka. Kalian bisa langsung bilang koq “eh hamidah, kenapa pulang selalu di antar
cowok. Kami terganggu, kami gk suka, kelakuan kamu itu gk baik.” Susah
banget ya bilang seperti itu?
Selama ini yang selalu aku dengar
atau yang kalian tanyakan baik secara langsung atau kepada ortu atau nenek ku
hanya seperti ini
“ciye,
di antar pacarnya ya? Orang mana ? kuliah atau kerja ?”
“eh,
midah itu mobilnya dia sendiri ya?”
Dan berbagai pertanyaan yang
semacamnya. Sudah sering juga aku, ortu atau nenek ku jawab hal yang sama. Tapi
ya tetap aja pada akhirnya ada yang mengurang-ngurangi dan ada yang
melebih-lebihkan.
Wahai para tukang gosip
Aku gkpp koq mau kalian gosipin
gimana juga sampai berbusa tu mulut gkpp, tapi ini masalah perasaan orang tua
cuy, lo nanti kalau punya anak perempuan juga baru tuh ngerasakan hal yang
sama. Sampai sekarang yang kalian omongin juga gk ada buktinya kan ?
Kalau menurut kalian aku gk baik ya
berusaha didik anak-anak kalian biar jadi orang yang jauh lebih baik dari aku.
Oh iya pesan aku juga jangan sampai
kalian bergosip didepan anak-anak kalian atau anak orang lain, kasihan nanti
dia merasa apa yang kalian lakukan adalah hal yang benar. Jangan sampai nanti
kalau mereka udah besar jadi orang yang suka gosip juga. Mau jadi apa dunia ini
jika isinya hanya manusia-manusia seperti kalian.
Satu lagi, bagi kalian yang sudah
berpendidikan sedikit-sedikit kasih tau orang tua kalian, saudara-saudara
kalian dan keluarga kalian bahwa ini bukan hal yang baik. Memberitahu orang
yang lebih tua suatu kebaikan bukan berarti kita ingin menggurui mereka, tetapi
untuk membuat mereka menjadi manusia yang lebih baik dan lebih mengerti satu
sama lain.
Percumakan uang mereka banyak
terbuang untuk menyekolahkan kita tinggi-tinggi tetapi kita tidak bisa
melakukan sesuatu untuk membuat mereka menjadi manusia yang lebih baik.
Tidak berpendidikan bukan berarti
harus tidak memiliki akhlak yang baik bukan ? nasib mereka mungkin tidak
seberuntung kita bisa sekolah dan bahkan kuliah sehingga kita bisa lebih
mengerti mana hal yang baik untuk dilakukan dan mana yang tidak baik.
Saya berbicara demikian bukan
berarti saya merasa paling benar dan manusia yang paling baik. Saya juga sering
bergosip tapi tidak mengomentari bagaimana cara orang tua mendidik anak mereka.
Kenapa tuhan memberikan manusia 2
buah mata ? dua buah telinga ? 2 buah lubang hidung ? 2 buah tangan dan kaki
? dan hanya memberikan manusia 1 mutul ?
Mungkin kalian sudah memiliki
jawaban nya masing-masing.
Stay strong. Allah mengetahui segalanya dari mereka
BalasHapus