Langsung ke konten utama

NASI GORENG ISTIMEWA



Assalamualaikum Sahabat Online... 

Nasi goreng istimewa yakin gk salah nih? Kan biasanya Martabak Istimewa Wkwk. 
Enggk koq bener aja Nasi Goreng Istimewa. 

Kalau kalian udah baca Blog aku yang judul nya "3 Hari Tanpa Air Putih". 
Nah pasti kalian sudah pada tahu kalau aku sedang membayar puasa ramadhan. 

Karena puasa aku gk bisa makan Nasi Goreng, bisa sih tapi gk enak aja rasanya kalau makan Nasi Goreng saat sahur atau berbuka. Jadinya gk bisa deh makan Nasi Goreng padahal lagi pengen bangettt.

Beberapa hari yang lalu aku menjenguk keluarga aku yang sedang sakit, kalian tahu lah Yah kalau sudah membaca Blog aku yang judulnya "Ternyata seperti ini Rasanya" 

Nah saat d rumah beliau aku sudah berencana nih mau bikin Nasi Goreng, tetapi rezeki makan Nasi Goreng nya belum kesampaian. 
Tau kan gimana rasanya kalau kita udah pengen banget makan sesuatu tapi gk kesampaian. Gk enak kan? Seperti kurang aja gitu, gk tenang lah pokoknya. 

Setelah 3 hari 2 malam di rumah beliau akhirnya aku pulang ke rumah, ketika di perjalanan aku mampir dulu nih di rumah temen ayah aku, waktu itu masih pagi sekitar jam 8. Ternyata saat aku masuk mereka lagi sarapan Nasi Goreng. 
Kita di ajak makan dong yah, karena sudah deket banget akhirnya kami ikut makan, terus mama aku bilang gini. 
"Sudah dari lama Hamidah mau makan Nasi Goreng, akhirnya kesampaian."

Ketika kita pengen banget sesuatu, udah lama banget kepengen terus tiba-tiba kita mendapatkan apa yang kita inginkan, rasa nya tu gimana sih? Istimewa banget kan? 

Nah makanya ini adalah Nasi Goreng Istimewa. 

Btw jangan kalian pikir ini Nasi Goreng yang kek di restoran-restoran yah. 
Nasi Goreng nya cuman di goreng dengan bumbu sachet yang di jual di warung-warung dengan telur ayam yang di potong kecil-kecil itupun mereka makan untuk 1 keluarga yaitu 1 orang ibu, 1 orang ayah, dan 6 orang anak. Di tambah aku, mama aku sama 1 orang ade aku. Kebayang gk sih? 
Itupun Nasi Gorengnya gk banyak.  Seharusnya hanya bisa di makan oleh 3-4 orang. 

Ketika itu nenek aku nitip cemilan untuk di bagaikan ke anak-anak beliau, jadi mereka makan Nasi Goreng seadanya dengan 1 telur yang di potong kecil-kecil dengan cemilan yang di berikan oleh nenek aku. 

Kebayang gk sih kalau kita di posisi mereka gimana?
Kadang kita aja masih sombong, beli makanan ini itu, ujung-ujung nya gk habis terus di buang. 

Dari sini aku belajar sih, bagaimana mereka bisa berbagi, bagaimana mereka bisa bersyukur tanpa mengeluh, bagaimana mereka tetap bisa bahagia walaupun hidup sederhana. 

Keluarga kami memang sudah lama kenal, dan aku selalu mendapatkan suatu pembelajaran jika bertemu mereka. Aku salut dengan mereka, aku menjadi sadar bagaimana selama ini aku masih kurang bersyukur dalam kehidupan dan bagaimana aku tak tau malu menuntut banyak hal kepada Sang Pencipta. 

Mari mulai sekarang lebih bersyukur dan kurangi mengeluh, karena masih banyak orang yang kurang beruntung dari pada kita tetapi mereka bisa lebih mensyukuri apa yang mereka miliki. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAGAIMANA SEHARUSNYA MENCINTAI SESEORANG ?

Part 1 “Bagaimana seharusnya mencintai seseorang ?” Jawaban dari pertanyaan tersebut pasti berbeda dari setiap orang. Ada yang mengatakan kita harus berkorban untuk seseorang yang kita cintai, kita harus membuatnya bahagia, kita harus menjadi diri sendiri, kita boleh menjadi orang lain, kita juga harus mementingkan diri kita, kita boleh tersakiti, tidak apa-apa jika kita yang terluka, mencintai seseorang juga harus rela jika suatu saat dia dengan orang lain.  Dari sekian banyak jawaban dari semua orang lantas bagaimana seharusnya mencintai seseorang menurut saya ? Aku sudah banyak menerima pengalaman mencintai bahkan dicintai selama ini. Rasanya menjawab pertanyaan tersebut hanya dengan 1 pandangan dan 1 pengalam mencintai saja tidak akan cukup, jawaban pertanyaan ini sangat beragam bukan? Bahkan saya juga bingung apa jawaban yang paling tepat untuk pertanyaan tersebut. Tapi jika saya tetap harus menjawab maka bagaimana seharusnya mencintai seseorang dari saya...

REZEKI SETIAP MANUSIA

Aku sangat ingat hari itu, terbangun di pagi hari dan tiba-tiba terlintas dipikiran “di rumah setiap hari, pengeluaran terus berjalan. Tetapi pemasukan sama sekali tidak ada”. Pada pagi itu juga aku memutuskan untuk berjualan, jualan naget-naget yang digoreng dan pop ice di depan rumah. Pagi itu aku sangat bersemangat. Bangun, mandi dan bersiap-siap membeli bahan-bahan untuk berjualan. Hari pertama, kedua dan ketiga Alhamdulillah berjalan dengan lancer dan cukup rami. Pada hari keempat tetangga aku juga jualan yang sama, awalnya aku biasa aja. Tapi secara sadar atau tidak sadar ini adalah keadaan dimana aku “terancam” kenapa demikian ? bukankah dia adalah saingan ? ketika A adalah sesuatu yang di butuhkan oleh 20 orang dan hanya bisa di dapatkan di aku maka 20 orang tersebut sudah pasti akan datang ke aku, iya kan ? tapi ketika A bisa di dapatkan selain di tempat ku maka 20orang tersebut belum pasti akan ke aku semuakan ? “Apasih gtu aja lebay banget, kan rezeki setiap orang beda...

ORANG TUA

Menjadi orang tua adalah tugas yang penting dan sepertinya sangat berat. Aku menggunakann kata “sepertinya” karena aku belum tahu pasti bagaimana rasanya. Seorang ibu, dari mereka hamil sampai dengan melahirkan itu saja sangat berat, ketika mereka hamil kadang nafsu makan mereka akan berubah, kalau kehamilannya sudah memasuki bulan ke 6-9 dan perut mereka membesar maka mereka akan sangat sulit untuk bergerak. Apalagi saat melahirkan, sampai sekarang aku belum pernah menemui seseorang yang bilang bahwa melahirkan itu adalah hal yang mudah. Mereka bertaruh nyawa untuk melahirkan seorang bayi kedunia. Membayangkannya saja aku merinding. Aku selalu menyaksikan ibu ku melahirkan kecuali adik ku yang terakhir, karena dia lahiran dengan cara operasi. Adikku yang pertama lahir saat aku berusia 6 tahun, walaupun tidak terlalu jelas ingatanku saat itu tapi satu hal yang aku ingat, ibuku meneteskan air mata dan berjuang untuk melahirkan adikku. Saat itu aku hanya bisa diam ya karena a...