Langsung ke konten utama

DRAMA YANG MENYEBALKAN


Assalamualaikum Saudara Online. 

Maaf ya malam ini aku mau ngebacot sedikit + curhat juga. 
Malam ini aku ke pasar, setelah sekian lama akhirnya pasar sudah bisa beroperasi dengan normal walaupun tetap harus mengikuti protokol yang telah di berikan contohnya wajib menggunakan masker bagi pedagang ataupun pembeli. 
Pasar penuh, ya maklum saja karena orang-orang telah beberapa minggu menahan diri untuk dirumah saja. 

Ada beberapa hal yang membuat aku jengkel pertama, sudah jelas bahwa wajib menggunakan masker tapi masih aja ada manusia yang tidak memakai masker dengan alasan "tidak nyaman", "susah bernafas",  "tidak terbiasa" dan alasan lainnya. Tanpa mereka mikir gimana para tenaga kesehatan yang setiap menit nya menggunakan lebih dari sebuah "masker" untuk menjalankan tugas mereka. 
Kedua, kelakuan remaja yang aneh-aneh entah dari segi pakaian, pembicaraan ataupun tingkah laku mereka. Mungkin itu adalah cara mereka mengapresiasi diri mereka atau sekedar coba-coba untuk mencari jati diri mereka. Kalau pun dilihat kembali ke masa lalu kelakuan ku tidak jauh berbeda dari mereka yang pada akhirnya sangat aku sesali sekarang. Seandainya punya kekuatan super hero aku pengen balik ke masa lalu untuk merubah diri ku yang sebelumnya. 
Ketiga, bertemu dengan orang-orang yang tidak diinginkan. Sebenarnya tidak terlalu menyebalkan sih, yang menyebalkan adalah basa basi nya itu loh pertanyaan-pertanyaan yang bikin aku "stress". 
Dari sekian banyak orang yang aku temui ada 3 orang yang ingin ku bahas. Orang pertama adalah mantan aku waktu SMP setelah 6 tahun tidak pernah bertemu, chatting ataupun sekedar berteman di sosial media. Dia adalah seorang suami dari teman aku waktu SMP dan seorang ayah. Aku awalnya kaget dengan pernikahan mereka waktu SMK, dapat kabar pun dari facebook karena aku berteman dengan istrinya (teman ku waktu SMP), sebagai teman yang baik dan sewajarnya aku mengucapkan selamat tanpa punya maksud dan niatan tertentu tetapi balasan yang aku dapatkan adalah "Kita gk usah berteman lagi ya, karena dia mantan kamu dan aku tau dia masih memiliki perasaan sama kamu" 
Kata2 5 tahun yang lalu masih teringat sampai sekarang. 
Salah aku apa? 
Sekarang ketika ketemu si cowok menatap aku dan tersenyum wajar kalau aku secara "otomatis" juga tersenyum. Ketika cewek nya lihat dia langsung menarik sang suami untuk pergi menjauh. 
Oke, cewek itu teman aku dan suami nya adalah mantan aku tetapi setelah 6 tahun perlakuan masih seperti itu. 
Orang kedua juga mantan aku ketika SMP, dan secara kebetulan juga bahwa kami masih ada ikatan saudara "saudara jauh" dia menghampiri aku dan bilang "anak kamu ya?" aku menjawab "bukan" dan pembicaraan berlanjut. Basa basi yang menjengkelkan terjadi. 
Orang ketiga, dia adalah teman sekaligus orang yang selalu membajak uang saku aku waktu SD. Dia curhat tentang pernikahan nya yang akhirnya berujung dengan perceraian, dia curhat tentang pekerjaan yang tidak sesuai, dan curhat tentang kehidupannya. Lagi lagi dia juga menyatakan hal yang paling aku benci "kapan nikah". 
Tapi ada 1 hal yang dia ucapkan dan itu membuat aku berpikir 
"Aku senang melihat teman-teman yang lain bahagia, bisa kuliah, bisa menggapai cita-cita mereka, sedangkan aku ya hanya seperti ini"
Aku mikir selama ini aku sering mengeluh dengan kehidupan yang aku jalani sekarang tanpa memikirkan bahwa begitu banyak orang yang menginginkan berada di "posisi" ku saat ini. 
Oke udah dulu ya, capek juga ternyata ngetik Heee. 
Kesimpulan nya kalian bikin aja sendiri

Terimakasih sudah berkunjung 
See u

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAGAIMANA SEHARUSNYA MENCINTAI SESEORANG ?

Part 1 “Bagaimana seharusnya mencintai seseorang ?” Jawaban dari pertanyaan tersebut pasti berbeda dari setiap orang. Ada yang mengatakan kita harus berkorban untuk seseorang yang kita cintai, kita harus membuatnya bahagia, kita harus menjadi diri sendiri, kita boleh menjadi orang lain, kita juga harus mementingkan diri kita, kita boleh tersakiti, tidak apa-apa jika kita yang terluka, mencintai seseorang juga harus rela jika suatu saat dia dengan orang lain.  Dari sekian banyak jawaban dari semua orang lantas bagaimana seharusnya mencintai seseorang menurut saya ? Aku sudah banyak menerima pengalaman mencintai bahkan dicintai selama ini. Rasanya menjawab pertanyaan tersebut hanya dengan 1 pandangan dan 1 pengalam mencintai saja tidak akan cukup, jawaban pertanyaan ini sangat beragam bukan? Bahkan saya juga bingung apa jawaban yang paling tepat untuk pertanyaan tersebut. Tapi jika saya tetap harus menjawab maka bagaimana seharusnya mencintai seseorang dari saya...

REZEKI SETIAP MANUSIA

Aku sangat ingat hari itu, terbangun di pagi hari dan tiba-tiba terlintas dipikiran “di rumah setiap hari, pengeluaran terus berjalan. Tetapi pemasukan sama sekali tidak ada”. Pada pagi itu juga aku memutuskan untuk berjualan, jualan naget-naget yang digoreng dan pop ice di depan rumah. Pagi itu aku sangat bersemangat. Bangun, mandi dan bersiap-siap membeli bahan-bahan untuk berjualan. Hari pertama, kedua dan ketiga Alhamdulillah berjalan dengan lancer dan cukup rami. Pada hari keempat tetangga aku juga jualan yang sama, awalnya aku biasa aja. Tapi secara sadar atau tidak sadar ini adalah keadaan dimana aku “terancam” kenapa demikian ? bukankah dia adalah saingan ? ketika A adalah sesuatu yang di butuhkan oleh 20 orang dan hanya bisa di dapatkan di aku maka 20 orang tersebut sudah pasti akan datang ke aku, iya kan ? tapi ketika A bisa di dapatkan selain di tempat ku maka 20orang tersebut belum pasti akan ke aku semuakan ? “Apasih gtu aja lebay banget, kan rezeki setiap orang beda...

ORANG TUA

Menjadi orang tua adalah tugas yang penting dan sepertinya sangat berat. Aku menggunakann kata “sepertinya” karena aku belum tahu pasti bagaimana rasanya. Seorang ibu, dari mereka hamil sampai dengan melahirkan itu saja sangat berat, ketika mereka hamil kadang nafsu makan mereka akan berubah, kalau kehamilannya sudah memasuki bulan ke 6-9 dan perut mereka membesar maka mereka akan sangat sulit untuk bergerak. Apalagi saat melahirkan, sampai sekarang aku belum pernah menemui seseorang yang bilang bahwa melahirkan itu adalah hal yang mudah. Mereka bertaruh nyawa untuk melahirkan seorang bayi kedunia. Membayangkannya saja aku merinding. Aku selalu menyaksikan ibu ku melahirkan kecuali adik ku yang terakhir, karena dia lahiran dengan cara operasi. Adikku yang pertama lahir saat aku berusia 6 tahun, walaupun tidak terlalu jelas ingatanku saat itu tapi satu hal yang aku ingat, ibuku meneteskan air mata dan berjuang untuk melahirkan adikku. Saat itu aku hanya bisa diam ya karena a...