Langsung ke konten utama

DEAR PARA TETANGGA DAN IBU-IBU GOSIP



Hari ini aku dikagetkan dengan story whatsapp ibu ku.
“ayuha kakawananai menguyai ulun kdpp jua ulun kada sarik, sakit hati pang ulun sampai katalinga habar y. Alhamdulillah dugaan buhan pian tu salah. Tapi buhan pian tu baisi jua anak binian. Kina bujang jua bakawan lalakian jua di sambat orang ha tahu maka tahu. Sakit sakit rasanya”

Yang artinya “iya teman-teman menggosipin saya, gkpp saya tidakmarah koq, cuman sakit hati karena sampai mendengar berita tersebut. Alhlamdulillah dugaan kalian itu salah. Tapi kalian juga punya anak gadis perempuan. Nanti juga akan tumbuh menjadi gadis remaja dan berteman dengan laki-laki bakal digosipkan juga kalian akan tahu. Sakit, sakit rasanya”

Oke, kira-kira begitulah artinya ? apa sih yang bakal kalian rasakan jika diposisi ku sekarang?
Sakit hati ? merasa bersalah? Marah ? kesal ? atau yang lain. Jujur perasaan ku campur aduk tetapi perasaan yang paling dominan adalah “kesal”

Ada yang bilang seperti ini “namanya juga hidup, lo yang jalanin. Orang lain yang mengomentari” emang hidup melulu harus di komentari orang lain ya? Syukur-syukur kalau yang positif contohnya mengomentari untuk membangun, memberikan nasehat, dan membuat orang lain ingin menjadi manusia yang lebih baik lagi. Ini malah komentar negatif, siapa yang gk kesal.

Wahai para tukang gosip

apakah kalian akan menderita jika tidak bergosip tentang seseorang ?
apakah kalian akan rugi jika tidak bergosip tentang seseorang ?
atau apakah kalian tidak akan happy jika tidak bergosip tentang seseorang ?
tidak bukan ???

wahai para tukang gosip

apakah sebegitu menyenangkan nya jika kalian membicarakn tentang orang lain ?
apakah kalian tidak mempunyai kerjaan sehingga harus melakukan hal tersebut ?
Membicarakan orang lain di belakang orang tersebut mungkin sangat banyak terjadi sekarang dan bahkan sudah menjadi kebiasaan.

Wahai para tukang gosip

Apakah kalian tidak pernah memikirkan dan mengurus keluarga kalian sendiri ?
Jika kalian merasa apa yang aku lakukan salah dan kalian tidak suka. Kalian bisa langsung bilang koq “eh hamidah, kenapa pulang selalu di antar cowok. Kami terganggu, kami gk suka, kelakuan kamu itu gk baik.” Susah banget ya bilang seperti itu?
Selama ini yang selalu aku dengar atau yang kalian tanyakan baik secara langsung atau kepada ortu atau nenek ku hanya seperti ini
“ciye, di antar pacarnya ya? Orang mana ? kuliah atau kerja ?”
“eh, midah itu mobilnya dia sendiri ya?”
Dan berbagai pertanyaan yang semacamnya. Sudah sering juga aku, ortu atau nenek ku jawab hal yang sama. Tapi ya tetap aja pada akhirnya ada yang mengurang-ngurangi dan ada yang melebih-lebihkan.

Wahai para tukang gosip

Aku gkpp koq mau kalian gosipin gimana juga sampai berbusa tu mulut gkpp, tapi ini masalah perasaan orang tua cuy, lo nanti kalau punya anak perempuan juga baru tuh ngerasakan hal yang sama. Sampai sekarang yang kalian omongin juga gk ada buktinya kan ?
Kalau menurut kalian aku gk baik ya berusaha didik anak-anak kalian biar jadi orang yang jauh lebih baik dari aku.

Oh iya pesan aku juga jangan sampai kalian bergosip didepan anak-anak kalian atau anak orang lain, kasihan nanti dia merasa apa yang kalian lakukan adalah hal yang benar. Jangan sampai nanti kalau mereka udah besar jadi orang yang suka gosip juga. Mau jadi apa dunia ini jika isinya hanya manusia-manusia seperti kalian.

Satu lagi, bagi kalian yang sudah berpendidikan sedikit-sedikit kasih tau orang tua kalian, saudara-saudara kalian dan keluarga kalian bahwa ini bukan hal yang baik. Memberitahu orang yang lebih tua suatu kebaikan bukan berarti kita ingin menggurui mereka, tetapi untuk membuat mereka menjadi manusia yang lebih baik dan lebih mengerti satu sama lain.

Percumakan uang mereka banyak terbuang untuk menyekolahkan kita tinggi-tinggi tetapi kita tidak bisa melakukan sesuatu untuk membuat mereka menjadi manusia yang lebih baik.
Tidak berpendidikan bukan berarti harus tidak memiliki akhlak yang baik bukan ? nasib mereka mungkin tidak seberuntung kita bisa sekolah dan bahkan kuliah sehingga kita bisa lebih mengerti mana hal yang baik untuk dilakukan dan mana yang tidak baik.

Saya berbicara demikian bukan berarti saya merasa paling benar dan manusia yang paling baik. Saya juga sering bergosip tapi tidak mengomentari bagaimana cara orang tua mendidik anak mereka.
Kenapa tuhan memberikan manusia 2 buah mata ? dua buah telinga ? 2 buah lubang hidung ? 2 buah tangan dan kaki ?  dan hanya memberikan manusia 1 mutul ?

Mungkin kalian sudah memiliki jawaban nya masing-masing.





Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAGAIMANA SEHARUSNYA MENCINTAI SESEORANG ?

Part 1 “Bagaimana seharusnya mencintai seseorang ?” Jawaban dari pertanyaan tersebut pasti berbeda dari setiap orang. Ada yang mengatakan kita harus berkorban untuk seseorang yang kita cintai, kita harus membuatnya bahagia, kita harus menjadi diri sendiri, kita boleh menjadi orang lain, kita juga harus mementingkan diri kita, kita boleh tersakiti, tidak apa-apa jika kita yang terluka, mencintai seseorang juga harus rela jika suatu saat dia dengan orang lain.  Dari sekian banyak jawaban dari semua orang lantas bagaimana seharusnya mencintai seseorang menurut saya ? Aku sudah banyak menerima pengalaman mencintai bahkan dicintai selama ini. Rasanya menjawab pertanyaan tersebut hanya dengan 1 pandangan dan 1 pengalam mencintai saja tidak akan cukup, jawaban pertanyaan ini sangat beragam bukan? Bahkan saya juga bingung apa jawaban yang paling tepat untuk pertanyaan tersebut. Tapi jika saya tetap harus menjawab maka bagaimana seharusnya mencintai seseorang dari saya...

REZEKI SETIAP MANUSIA

Aku sangat ingat hari itu, terbangun di pagi hari dan tiba-tiba terlintas dipikiran “di rumah setiap hari, pengeluaran terus berjalan. Tetapi pemasukan sama sekali tidak ada”. Pada pagi itu juga aku memutuskan untuk berjualan, jualan naget-naget yang digoreng dan pop ice di depan rumah. Pagi itu aku sangat bersemangat. Bangun, mandi dan bersiap-siap membeli bahan-bahan untuk berjualan. Hari pertama, kedua dan ketiga Alhamdulillah berjalan dengan lancer dan cukup rami. Pada hari keempat tetangga aku juga jualan yang sama, awalnya aku biasa aja. Tapi secara sadar atau tidak sadar ini adalah keadaan dimana aku “terancam” kenapa demikian ? bukankah dia adalah saingan ? ketika A adalah sesuatu yang di butuhkan oleh 20 orang dan hanya bisa di dapatkan di aku maka 20 orang tersebut sudah pasti akan datang ke aku, iya kan ? tapi ketika A bisa di dapatkan selain di tempat ku maka 20orang tersebut belum pasti akan ke aku semuakan ? “Apasih gtu aja lebay banget, kan rezeki setiap orang beda...

RAMADHAN YANG BERBEDA

Seperti yang semua orang ketahui ramadhan kali ini akan jauh berbeda dengan yang sebelumnya. Dari sekian banyak keluhan yang orang lain rasakan aku hanya ingin membahas tentang betapa bersyukurnya aku tahun ini. Setelah beberapa tahun aku tidak bisa menghabiskan waktu ramadhan bersama keluarga, akhirnya tahun ini satu bulan penuh aku akan menghabiskannya dengan keluarga ku. Mungkin ini juga pembelajarn yang dapat kita ambil bahwa kita harus bisa lebih bersyukur dan lebih memberikan waktu berkumpul dengan keluarga tidak hanya mementingkan pekerjaan masing-masing. Jika biasanya aku sahur di kost kostan kadang sendiri atau dengan teman akhirnya tahun ini aku bisa sahur dan berbuka bersama keluarga ku. sholat berjamaah juga salah satu hal yang sangat amat aku rindukan.  Berbicara dengan mereka, bercanda dengan mereka, bahkan memberitahu kesedihan masing-masing adaalah hal yang paling aku sukai. Bisa bersama dengan keluarga akan membuat kita lebih bersyukur dan sadar. ...