Langsung ke konten utama

MOVE ON


Assalamualaikum Saudara Online.. 
Kali ini aku mau bercerita tentang Move On. Teman-teman pasti sudah tau kan yah move on itu apa dan pastinya teman-teman pernah melakukan hal tersebut. 

Move on dari sesuatu makanan yang kita sukai, move on dari kegiatan yang kita sukai atau bahkan move on dari seseorang. 
Yang paling sering sih move on dari seseorang. 
"Melupakan seseorang tak semudah membalikan telapak tangan" 
Kadang sudah bisa melupakan orang nya, tapi tidak bisa melupakan kenangannya
Kadang juga sudah berusaha melupakan dan hampir berhasil tiba-tiba orang nya muncul lagi, waduh kalau begini terjadilah "gagal move on" 

Tenang teman-teman kalian tidak sendirian aku juga pernah mengalami hal serupa, dari di tinggal teman, sahabat, bahkan di tinggal mantan nikah. Sedih udah pasti, tak jarang juga air mata yang menggambarkan bagaimana keadaan kita. 
Tapi kali ini aku bukan ingin membahas tentang move on hanya dari 1 orang, 1 kegiatan, atau 1 kesukaan. Tapi lebih kompleks yaitu

MOVE ON dari Korea
Jangan di artikan aku pindah dari korea yah Wkwk... 
Maksudnya aku lagi berusaha mengurangi kecintaan ku kepada Korea. 

Ada 1 hal yang memotivasi aku untuk melakukan hal ini yaitu 
"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." 
(Quran Surat Az-Zalzalah Ayat 7-8) 

Aku tidak mengatakan bahwa menyukai Korea itu adalah kejahatan, hanya saja aku berusaha untuk lebih banyak melakukan kebaikan. 
Dan ayat ini juga mengingatkan aku bahwa sekecil apapun perbuatan kita kelak akan di mintakan pertanggungjawaban nya. 

Aku suka Korea dari tahun 2005, aku suka Boygrup/Grilgrup nya, suka drama nya, suka aktris dan aktor nya, suka semuanya lah. 

Ini juga bukan pertama kali nya aku Move On, sebelum nya aku pernah mencoba tetapi "gagal" 
Sekarang mencoba lagi dan Alhamdulillah walaupun tidak berhasil melupakan semuanya setidaknya saat ini aku gk nonton drama korea lagi, unfollow beberapa akun mereka, gk like postingan mereka dan berhenti terlalu kepo dengan keadaan mereka. 

Aku mau berbagi sedikit tentang Tips yang aku lakukan saat berusaha Move On. 
1. Kalian harus punya motivasi yang kuat. 
2. Kalian harus berusaha jujur dengan diri kalian sendiri. 
Kalian harus mengakui bahwa sebenarnya ini adalah hal yang baik untuk kalian dan Tuhan kalian sukai atau ini adalah hal yang sebenarnya tidak terlalu baik untuk di lakukan dan Tuhan kalian tidak menyukai nya. 
3. Paksa diri kalian. 
Paksa diri kalian untuk tidak mencari tau tentang mereka, coba aja dulu 3 hari, 5 hari, 1 minggu dan seterusnya nanti kalian akan terbiasa. 
4. Cari aktivitas pengganti. 
Kalau biasanya kalian Stalking mereka di sosial media coba ganti dengan Stalking tentang kebaikan, Agama, dan pengetahuan yang lain nya. 
Kalau biasanya kalian nonton drama korea coba ganti dengan membaca Al-Quran atau Al-Kitab, Menonton Ceramah Agama, atau memasak dan melakukan hobi yang lain. 
Kalau biasanya kalian mendengarkan lagu Korea, coba ganti dengan mendengarkan lagu-lagu Islami atau Rohani
Kalau kalian biasanya membahas Korea dengan teman-teman kalian, coba ganti dengan membahas hal lain. 
5. Nonton youtube tentang seseorang yang akan lebih membantu kalian dan memahamkan kalian kenapa kalian harus berusaha Move On, contohnya Nonton youtube nya Fuad Naim. 

Nah itu adalah 5 Tips dari aku. 
Kalau di awal-awal jujur susah nya minta ampun, tapi kalau kalian berusaha sedikit demi sedikit kalian pasti bisa. 
Jika kalian mulai lemah atau ingin menyerah ingat aja motivasi kalian untuk melakukan hal tersebut untuk apa. 

Ingat teman-teman Rasulullah pernah bersabda bahwa kita akan bersama orang-orang yang kita cintai kelak di Akhirat. 

Semoga apa yang telah aku tulis bisa bermanfaat untuk kita semua, dan bagi teman-teman yang ada tips lainnya atau pengalaman yang serupa silahkan tuliskan di kolom komentar yaa. 

Terimakasih 

See u.. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAGAIMANA SEHARUSNYA MENCINTAI SESEORANG ?

Part 1 “Bagaimana seharusnya mencintai seseorang ?” Jawaban dari pertanyaan tersebut pasti berbeda dari setiap orang. Ada yang mengatakan kita harus berkorban untuk seseorang yang kita cintai, kita harus membuatnya bahagia, kita harus menjadi diri sendiri, kita boleh menjadi orang lain, kita juga harus mementingkan diri kita, kita boleh tersakiti, tidak apa-apa jika kita yang terluka, mencintai seseorang juga harus rela jika suatu saat dia dengan orang lain.  Dari sekian banyak jawaban dari semua orang lantas bagaimana seharusnya mencintai seseorang menurut saya ? Aku sudah banyak menerima pengalaman mencintai bahkan dicintai selama ini. Rasanya menjawab pertanyaan tersebut hanya dengan 1 pandangan dan 1 pengalam mencintai saja tidak akan cukup, jawaban pertanyaan ini sangat beragam bukan? Bahkan saya juga bingung apa jawaban yang paling tepat untuk pertanyaan tersebut. Tapi jika saya tetap harus menjawab maka bagaimana seharusnya mencintai seseorang dari saya...

REZEKI SETIAP MANUSIA

Aku sangat ingat hari itu, terbangun di pagi hari dan tiba-tiba terlintas dipikiran “di rumah setiap hari, pengeluaran terus berjalan. Tetapi pemasukan sama sekali tidak ada”. Pada pagi itu juga aku memutuskan untuk berjualan, jualan naget-naget yang digoreng dan pop ice di depan rumah. Pagi itu aku sangat bersemangat. Bangun, mandi dan bersiap-siap membeli bahan-bahan untuk berjualan. Hari pertama, kedua dan ketiga Alhamdulillah berjalan dengan lancer dan cukup rami. Pada hari keempat tetangga aku juga jualan yang sama, awalnya aku biasa aja. Tapi secara sadar atau tidak sadar ini adalah keadaan dimana aku “terancam” kenapa demikian ? bukankah dia adalah saingan ? ketika A adalah sesuatu yang di butuhkan oleh 20 orang dan hanya bisa di dapatkan di aku maka 20 orang tersebut sudah pasti akan datang ke aku, iya kan ? tapi ketika A bisa di dapatkan selain di tempat ku maka 20orang tersebut belum pasti akan ke aku semuakan ? “Apasih gtu aja lebay banget, kan rezeki setiap orang beda...

RAMADHAN YANG BERBEDA

Seperti yang semua orang ketahui ramadhan kali ini akan jauh berbeda dengan yang sebelumnya. Dari sekian banyak keluhan yang orang lain rasakan aku hanya ingin membahas tentang betapa bersyukurnya aku tahun ini. Setelah beberapa tahun aku tidak bisa menghabiskan waktu ramadhan bersama keluarga, akhirnya tahun ini satu bulan penuh aku akan menghabiskannya dengan keluarga ku. Mungkin ini juga pembelajarn yang dapat kita ambil bahwa kita harus bisa lebih bersyukur dan lebih memberikan waktu berkumpul dengan keluarga tidak hanya mementingkan pekerjaan masing-masing. Jika biasanya aku sahur di kost kostan kadang sendiri atau dengan teman akhirnya tahun ini aku bisa sahur dan berbuka bersama keluarga ku. sholat berjamaah juga salah satu hal yang sangat amat aku rindukan.  Berbicara dengan mereka, bercanda dengan mereka, bahkan memberitahu kesedihan masing-masing adaalah hal yang paling aku sukai. Bisa bersama dengan keluarga akan membuat kita lebih bersyukur dan sadar. ...