Hallo saudara online.
Bagaimana kabar kalian? Aku
berharap kalian sehat-sehat semua yah. Dan semoga kalian gk bosan untuk stay dirumah.
Oh iya Eid Mubarak untuk
teman-teman yang merayakan. Semoga dengan selesainya Ramadhan tidak membuat
kita lantas selesai dalam ibadah ya.
Lumayan lama yah aku gk muncul, ada
yang kangen gk nih? Kalau aku kangen banget sama kalian. Makanya tengah malam
gini rela koq menyempatkan waktu buat menyapa dan sedikit membagikan cerita
kepada kalian.
Btw ada yang penasaran gk sih
kenapa aku gk upload?
Jadi gini, beberapa hari ini aku
sedang sibuk, sibuk beres-beres rumah, sibuk menyiapkan cemilan, sibuk mencari
uang, sibuk kerja dan sibuk memantaskan diri soalnya siapa tau jodohnya bentar
lagi datang wkwkwk.
Aku mencoba hal baru yaitu BEKERJA.
Bekerja disini bukan yang biasa
dilakukan sama perempuan seusiaku yah. Aku bekeja menjadi buruh harian, iya
buruh harian pembangunan. Tugasnya angkat kayu, atap, semen, dll.
Awalnya aku mengira ini pekerjaan
yang tidak terlalu sulit, yah cuman mengandalkan kekuatan kan? Tetapi setelah
mencoba fix kalau bisa aku gk mau kerja ginian lagi.
LELAH… perkerjaan ini rasanya
sangat tidak cocok dengan perempuan seperi ku.
Mengangkat sesuatu yang berat
membuat tangan kita sakit, pinggang juga sakit, seluruh badan rasanya sakit. Belum
lagi kalau siang hari panasnya bukan main tidak sedikit keringat
bercucuran. Apalagi kalau hujan, Alhamdulillah kalau hujan deras maka akan
istirahan tetapi kalau cuman gerimis gk ada waktu istirahat. Hari ini
contohnya.
Sampai sekarangpun kepala ku terasa
sakit, badan terasa pegal-pegal, bahkan sampai masuk angin.
Bekerjapun gk bisa sampai full,
jika rasanya badan ini sudah lelah aku akan istirahat dan melanjukannya nanti. Karena
ini juga bayaran yang aku dapatkan tidak sepenuhnya. Aku cuman dibayar setengah
yaitu 50.000
Kalau dipikir-pikir lumayan juga,
dari pada aku nongkrong yang biasanya menghabiskan uang kenapa tidak melakukan
suatu kegiatan yang menghasilkan uang?
2 hari bekerja alhamdulillah aku bisa
beli bedak dengan harga 25.000, sabun muka dengan harga 20.000 dan pulsa buat
internet 55.000. uangnya habis deh.
Dari ini aku benar-benar sadar
mencari uang gk gampang apalagi dengan pekerjaan seperti ini. Bagaimana dengan
seorang ayah yang bekerja seperti ini sedangkan dia harus menafkahi istri dan
anak-anaknya?
100.000 ribu perhari memang
lumayan, tapi rasa lelah yang diterima juga tidak kalah rasanya.
Setidaknya dari ini aku belajar
beberapa hal.
Rasa Syukur, tentu saja. Mana mungkin
aku sangat egois tanpa sadar betapa beruntungnya aku selama ini, diberikan
kedua orang tua yang bisa memberikan apa yang aku mau dan mampu bertahan hidup
tanpa melakukan hal seperti itu. Aku sangat bersyukur dengan apa yang telah
Tuhan berikan kepadaku
Rasa Pengertian, setidaknya aku
mulai berpikir kemana uang yang selama ini orang tua berikan kepada ku, adakah
aku berpikir dengan cara apa mereka mendapatkan uang sebelum aku menggunakan
uang tersebut? Adakah aku menggunakan uang tersebut untuk membantu mereka yang
kurang beruntung? Atau adakah aku mengunakan uang itu dengan bijak?
Rasa Malu. Ya aku benar-benar malu.
Malu kepada sang pencipta dan malu kepada diri ku sendiri. Bagaimana tidak,
impian ku adalah hidup kekal di Surga-Nya sedangkan apa yang Ia perintahkan
jangankan setengah, seperempat pun rasanya tidak aku kerjakan.
Aku bekerja setengah hari, bekerja
dengan tidak sungguh-sungguh, bekerja dengan semau ku. Itu membuat aku
mendapatkan balasan yang setimpal yaitu bayaran yang setengah.
Di dunia saja jika kita
setengah-setengah maka kita akan mendapatkan sesuatu sesuai dengan apa yang kita
kerjakan.
Lantas bagaimana jika aku nanti
kembali kepada-Nya?
Apakah aku yang katanya
menginginkan surga tetapi perbuatan ku tak mencerminkan dengan apa yang aku mau
dan aku akan mendapkan apa yang aku inginkan?
Bahkan diluar sana ada banyak orang
yang menginginkan yang sama dengan ku tetapi mereka melakukan usaha yang lebih
keras dari apa yang aku lakukan.
Hidup di dunia ibarat kita sedang
bekerja, kita nantinya akan di bayar tergantung dengan bagaimana kita bekerja. Semakin
baik, semakin giat, dan semakin sungguh-sungguh kita dalam bekerja maka semakin
baik pula bayaran dan tempat yang kita akan dapatkan.
Umpamanya seorang CEO dan
Karyawannya.
Dari segi tempat bekerjapun mereka
berbeda, sang CEO punya ruangan khusus yang besar, ber AC dan lain sebagainya. Sedangkan
karyawan berbagi ruangan dengan karyawan lainnya, dan fasilitas mereka pun di
pakai bersamaan. Sangat berbeda bukan?
Tapi ingin bukan hanya tempat dan
fasilitas yang berbeda, tetapi Tanggung Jawab mereka juga berbeda. Jelas tanggung
jawab seorang CEO berbedz jauh dengan karyawannya, usaha yang mereka lakukan
juga berbeda dalam perjuangan pun berbeda.
Maka dari itu mari kita berusaha
lebih keras lagi untuk mendapatkan tempat terbaik kelak di peristirahat kita
yang terakhir.
Komentar
Posting Komentar