Langsung ke konten utama

TENTANG MENIKAH


Apa yang bisa di sampaikan oleh seseorang yang belum menikah ?
Apa isi hati seseorang yang belum menikah ?
Bagaimana pandangan kalian tentang pernikahan ?

Pernikahan anak di Indonesia cukup tinggi, itupun belum semuanya masuk data karena ada banyak orang yang tidak melaporkan pernikahan mereka khususnya di daerah "perdesaan".

Pada awal masuk kuliah aku mengenal namanya PIK (Pusat Informasi dan Konseling) ini adalah sebuah organisasi di bawah BKKBN. Disini kita di beritahu usia ideal untuk menikah yaitu 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki. Kenapa harus demikian ? kalian bisa baca atau search di internet ya hee.

Lalu kepada banyak yang menikah bahkan belum memasuki umur 20 tahun ? di tempatku saja baru lulus sekolah dasar sudah menikah. Bahkan mereka memiliki anak sebelum umur 17 tahun.
Trend di pedesaan memang begitu, yang aneh kalau kamu udah lulus kuliah tapi belum juga menikah. Bisa di bilang gk laku sama para tetangga.
Kalau jodohnya sudah sampai mau gimana? Ini mah bukan jodohnya yang sampai, tapi di sampai-sampaikan.

Terus mau gimana ? lanjut sekolah gk punya biaya mending dinikahkan biar mengurangi beban orang tua. Waduh emg benar cuman itu yah solusinya ? padahal biaya masuk sekolah menengah pertama dan menengah keatas gk semahal itu deh. Setidaknya kalau tidak bisa kuliah mereka bisa sampai lulus SMA.

Ngapain juga sekolah tinggi-tinggi tugas wanita juga cuman 3 di kasur, dapur sama di sumur. Lah kalau pemikirannya gitu terus buat apa perjuangan Raden Ajeng Kartini ?
kalau dia benar-benar niatpun dia bisa ikut program beasiswa untuk melanjutkan perkuliahan. Kalaupun gk bisa juga setelah SMA bisa bekerja kan ?
emang kamu pikir cari kerjaan gampang ? sarjana aja banyak yang menganggur.
Aku juga gk bilang cari kerjaan gampang ya, tapi setidaknya mereka bakal punya kesempatan.

Hal semacam itu ribet, mending dinikahin urusan selesai. Iya syukur syukur kalau suaminya punya kerjaan yang tetap, gajih lumayan dan bisa membiayi kehidupan mereka. Misalkan suaminya sama aja gimana? Belum lagi kalau belum cukup umur cara berpikirnya belum matang nanti apa yang terjadi ? KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) semoga aja gk gitu yah.

Satu lagi kalau mereka gk paham masalah kehamilan gimana ? berapa usia ideal untuk hamil, berapa jarak kehamilan yang terakhir dan kehamilan selanjutnya, bahkan gk paham bahwa “2 anak saja cukup" (slogan bkkbn) karena budayanya banyak anak banyak rezeki. Setelah punya anak pun gk paham tentang pentingnya memberikan gizi terbaik di usia 1000 hari pertama si bayi. Bahkan cara menyusui yang baik dan benarpun tidak tahu.

Terserahlah, buktinya sampai sekarangpun banyak aja anak yang hidup walaupun katanya salah dalam merawat dan mendidiknya. Iya emang, gk mungkin juga mereka langsung meninggal cuman karena kalian salah dalam menyusui mereka.

Kalau mereka sudah besar, mereka juga perlu pendidikan. Tapi karena orang tua mereka sudah terpengaruh oleh pemikiran orang tuanya apa yang terjadi dengan anak mereka? Ya sama aja. Mereka akan dinikahkan di usia yang belum cukup. Itu akan terus berulang-ulang.

Mungkin ada yang berpikir lebih baik, contonya mereka berpikir anaknya ingin lebih baik dari dia. Maka mereka akan memberikan perilaku yang berbeda dengan apa yang telah orang tua mereka berikan. Alhamdulillah kalau masih ada yang berpikir demikian

Pacaran gk boleh nikah muda juga gk boleh ? terus gimana ?
Ya kalau dalam agama islam memang tidak memperbolehkan pacaran. Tapi untuk menikah muda itu tergantung pemikiran setiap orang.

Ribet banget sih
Yang ribet kalau di ribet-ribetkan. Biasa aja kalau kamu menganggapnya biasa.
Pada dasarnya semuanya punya pilihan masing-masing.
Mau menikah muda karena ingin menjauhkan diri dari perbuatan maksiat. Alhamdulillah. Tapi yakin sudah siap ?

“Cewek mah mau enaknya aja, mau mencari cowok yang mapan. Tapi sedikit yang mau di ajak berjuang dari 0” pasti banyak yang bilang begini kan ? terus si cewek akan membalas dengan berkata begini "cowok di temanin dari 0 tapi saat sudah sukses sama cewek lain, kan kurang ajar.”

Pertengkaranpun terjadi. Sebenarnya semuanya punya solusi apalagi kalau kamu seorang muslim. Bukankah sangat jelas peraturannya.

Menikah itu adalah menyempurnakan separuh agama, siap betul banget, tapi emang udah yakin separuhnya itu sudah bagus?

Menikah itu bukan tentang kita akan bergantung diri pada orang lain dan merepotkan mereka, tapi sebaliknya. Kita menikah karena ingin membantu orang lain, tentunya saat kita sudah bisa membantu diri kita sendiri.

Mau menikah tapi masih belum bisa menyelesaikan masalah sendiri. Waduh bahaya, kalau nanti menikah bukankah akan mendapatkan masalah yang jauh lebih besar lagi ?

Menikah juga harus mempunyai satu visi yang sama, ibaratkan kamu mau ke Korea dia mau ke Afrika, kan gk sama. Ribet nantinya.

Waduh kalau membahas tentang pernikahan nanti jadi buku ini blog heheee. Lebih baik kalian nonton youtube nya Ustad Felix Siauw pasti bakal lebih terbuka pemikirannya tentang pernikahan. Ini Link nya https://youtu.be/gRgC2oazplk

Kalau menurut aku sendiri bagimana ?
Gk tau juga sih pernikahan itu gimana, kan belum nikah wkwk
Kalau ditanya bagaimana yang aku inginkan dan pernikahan yang seperti apa mungkin aku bisa cerita sedikit hee.
Aku ingin seseorang yang bisa aku ajak berdiskusi, berdiskusi tentang hal apapun. Karena rasanya akan membosankan jika tidak bisa membicarakan hal apapun dengan seseorang yang akan bersamu selamanya. Aku juga ingin seseorang yang bisa membimbing, tentunya dalam hal kebaikan. Sisanya rahasia wkwk
Pernikahan seperti apa yang aku inginkan ? pernikahan yang membawa berkah dan kedamain.

Jangan sibuk mencari ya.. tapi ingat kita juga harus memperbaiki diri dan menyiapkan diri tentunya.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAGAIMANA SEHARUSNYA MENCINTAI SESEORANG ?

Part 1 “Bagaimana seharusnya mencintai seseorang ?” Jawaban dari pertanyaan tersebut pasti berbeda dari setiap orang. Ada yang mengatakan kita harus berkorban untuk seseorang yang kita cintai, kita harus membuatnya bahagia, kita harus menjadi diri sendiri, kita boleh menjadi orang lain, kita juga harus mementingkan diri kita, kita boleh tersakiti, tidak apa-apa jika kita yang terluka, mencintai seseorang juga harus rela jika suatu saat dia dengan orang lain.  Dari sekian banyak jawaban dari semua orang lantas bagaimana seharusnya mencintai seseorang menurut saya ? Aku sudah banyak menerima pengalaman mencintai bahkan dicintai selama ini. Rasanya menjawab pertanyaan tersebut hanya dengan 1 pandangan dan 1 pengalam mencintai saja tidak akan cukup, jawaban pertanyaan ini sangat beragam bukan? Bahkan saya juga bingung apa jawaban yang paling tepat untuk pertanyaan tersebut. Tapi jika saya tetap harus menjawab maka bagaimana seharusnya mencintai seseorang dari saya...

REZEKI SETIAP MANUSIA

Aku sangat ingat hari itu, terbangun di pagi hari dan tiba-tiba terlintas dipikiran “di rumah setiap hari, pengeluaran terus berjalan. Tetapi pemasukan sama sekali tidak ada”. Pada pagi itu juga aku memutuskan untuk berjualan, jualan naget-naget yang digoreng dan pop ice di depan rumah. Pagi itu aku sangat bersemangat. Bangun, mandi dan bersiap-siap membeli bahan-bahan untuk berjualan. Hari pertama, kedua dan ketiga Alhamdulillah berjalan dengan lancer dan cukup rami. Pada hari keempat tetangga aku juga jualan yang sama, awalnya aku biasa aja. Tapi secara sadar atau tidak sadar ini adalah keadaan dimana aku “terancam” kenapa demikian ? bukankah dia adalah saingan ? ketika A adalah sesuatu yang di butuhkan oleh 20 orang dan hanya bisa di dapatkan di aku maka 20 orang tersebut sudah pasti akan datang ke aku, iya kan ? tapi ketika A bisa di dapatkan selain di tempat ku maka 20orang tersebut belum pasti akan ke aku semuakan ? “Apasih gtu aja lebay banget, kan rezeki setiap orang beda...

RAMADHAN YANG BERBEDA

Seperti yang semua orang ketahui ramadhan kali ini akan jauh berbeda dengan yang sebelumnya. Dari sekian banyak keluhan yang orang lain rasakan aku hanya ingin membahas tentang betapa bersyukurnya aku tahun ini. Setelah beberapa tahun aku tidak bisa menghabiskan waktu ramadhan bersama keluarga, akhirnya tahun ini satu bulan penuh aku akan menghabiskannya dengan keluarga ku. Mungkin ini juga pembelajarn yang dapat kita ambil bahwa kita harus bisa lebih bersyukur dan lebih memberikan waktu berkumpul dengan keluarga tidak hanya mementingkan pekerjaan masing-masing. Jika biasanya aku sahur di kost kostan kadang sendiri atau dengan teman akhirnya tahun ini aku bisa sahur dan berbuka bersama keluarga ku. sholat berjamaah juga salah satu hal yang sangat amat aku rindukan.  Berbicara dengan mereka, bercanda dengan mereka, bahkan memberitahu kesedihan masing-masing adaalah hal yang paling aku sukai. Bisa bersama dengan keluarga akan membuat kita lebih bersyukur dan sadar. ...